DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) semakin gencar mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengaplikasikannya di kehidupan sehari-sehari sesuai dengan bidang masing-masing, sebagaimana telah diprogramkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Guna mendukung terlaksana dan berkembangnya program tersebut, Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin mengajak puluhan Mahasiswa untuk menjadi Agen Perubahan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Sebelum resmi menjadi Agen Perubahan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Babel, Asyraf Kamis (5/11/2020) petang mengundang sebanyak 32 Mahasiswa/Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Babel hadir di Kantor DKPUS Babel yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkalpinang.
Kepada puluhan kaum milenial yang mengenyam pendidikan di Jurusan PGSD Universitas Muhammadiyah Babel tersebut, Asyraf mengenalkan apa yang dinamakan dengan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Sebelum masuk ke pengenalan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, masing-masing mahasiswa diminta untuk mengambil satu buku di rak buku perpustakaan DKPUS Babel yang berada tak jauh dari lokasi berkumpul puluhan mahasiswa, yang berkenaan dengan Pertanian, Peternakan, Enterpreneur dan lainnya.
Setelah semua mahasiswa memegang buku, Asyraf langsung memberikan pejelasan apa itu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, dijelaskan Asyraf, merupakan perpustakaan proaktif yang dapat membantu idividu dan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, serta membantu meningkatkan jejaring sosial, sehingga berakhir dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Jadi, Inklusi sosial itu, setelah kita membaca buku, maka kita menerapkannya di dunia nyata,” ujar Asyraf.
Dengan memberikan pemahaman tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial kepada mahasiswa ini, Asyraf berharap, mereka bisa mempraktekkannya baik untuk diri mahasiswa dan menjadi agen perubahan bagi kaum milenial lainnya maupun masyarakat umum.
Sementara itu, Gugun Gusmanida mahasiswi Universitas Muhammadiyah yang turut hadir dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kepala DKPUS Babel yang telah mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
“Kami sebagai mahasiswi menjadi mengerti pentingnya budaya membaca, sehinga apa yang kami baca dapat kami implementasikan di kehidupan kami sehari-hari, sekaligus bekal kami mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada iungkapkan Setia Putri yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Babel. Ia menyatakan siap membantu pemerintah da menjadi Agen Perubahan Transformasi Perpustakaan Berbasis Iklusi Sosial.
“Semoga kami selaku agen perubahan dapat menerapkanya dari setiap buku yang kami baca untuk mewujudkan lingkungan sekitar kami kearah yang lebih baik dan sejahtera," harap Setia Putri.