DKPUSBABEL, PANGKALPINANG - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustkaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Asyraf Suryadin mengatakan, orang yang Banyak membaca, pola pikirnya akan berbeda dari orang yang tidak banyak membaca.
Oleh karena itu, Asyraf mengajak masyarakat mulai sekarang merubah pola pikir dari yang tadi tidak mau atau kurang minat membaca dan menulis menjadi lebih berminat atau gemar lagi membaca dan menulis.
Hal itu, diungkapkan Asyraf Suryadin saat menjadi narasumber Sosialisasi Meningkatkan Produktivitas Berliterasi di Masa Covid-19, yang diselenggarakan DKPUS Babel, di PIA Hotel, Pangkalpinang, Selasa (10/11/2020).
"Biasanya orang yang suka membaca prilakunya berbeda, cara penyampaiannya, dan tentunya pola pikirnya berubah," tegas Asyraf.
Selain itu, dengan suka membaca, seseorang akan memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan pihak lain.
Disamping hal di atas, Asyraf juga mengajak memahami literasi, terutama berkenaan dengan tingkatan literasi.
Asyraf menjelaskan, ada beberapa tingkatan literasi yang perlu diketahui, diantaranya, kemampuan mengumpulkan sumber bahan bacaan; kemampuan memahami apa yang tersirat dari yang tersurat; kemampuan mengumpulkan ide atau gagasan baru, teori baru, dan kreativitas serta inovasi baru; kemampuan menciptakan barang atau jasa yang bermutu.
Asyraf berharap, untuk menjadi masyarakat pembaca, maka aktivitas membaca harus ditingkatkan. "Berdasarkan data, hampir setiap warga negara Indonesia itu punya 2 Hanphone. Dengan data itu, kita sebenarnya bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan literasi," ujar Asyraf.
Asyraf yang merupakan Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Babel, menambahkan, IPI Babel akan terus berusaha dan bersinergi dengan DKPUS dan Penggiat Literasi untuk menggalakkan kegiatan literasi ini.
"Banyak cara kita untuk meningkatkan baca dan menulis. Mudah-mudahan melalui perwakilan masyarakat yang menjadi peserta sosialisasi, mampu menjadi "virus" positif bagi masyarakat yang lain," harapnya.