DKPUSBABEL, BELITUNG – Kunjungan Asyraf Suryadin selaku Kepala Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam rangka melihat secara langsung penilaian Lomba Perpustakaan Umum (Desa/Kelurahan) Terbaik Tingkat Provinsi Babel Tahun 2021 di Belitung, selama empat hari, sejak 26 Mei hingga 29 Mei 2021, juga dimafaatkannya untuk bertemu dengan dan berdiskusi soal Literasi bersama para Penulis Buku dan Budayawan yang ada di Belitung.

Seperti Kamis (27/5/2021) malam, didamping Zulkifli dan Pustakawan DKPUS Babel lainnya, sembari ngopi di Café Janggut, Tanjungpandan, Belitung, Asyraf saling tukar pemikiran terkait kondisi Literasi Kebudaayaan saat dan ke depan dengan Ketua Dewan Kesenian Belitung, dan Fathrorozi selaku Penulis Buku Rakyat.

Fathrorozi mengaku senang adanya kunjungan dan diskusi kecil bersama Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin. “Adanya pertemuan seperti ini,  kami merasa senang, karena juga dapat bertukar pikiran. Karena literasi ini menjadi dasar bagi kita melakukan aktivasi. Dan aktivasi itu akan melahirkan inovasi. Itu adalah pilar-pilar yang akan membangun serumpun sebalai ini,” ujar Fatrorozi.

Menurut dia, Babel saat ini  telah memiliki sejumlah tokoh-tokoh yang hebat sebagai inspirator, diantaranya Hamidah, Andre Hirarta, dan ke depan mungkin ada tokoh-tokoh baru.

“Tantangan kita ke depan, bagaimana ada kita bisa melahirkan penulis-penulis, tidak hanya menulis status, tetapi juga fenomena budaya yang ada di Babel,” tutur Fathrorozi.

Ungkapan senada disampaikan Iqbal H. Saputra Ketua Dewan Kesenian Belitung yang juga Pendiri Yayasan Pusat Studi Kebudayaan Belitong.

Saat ini, kata Iqbal, pihaknya sedang menggerakkan dua kerangka berpikir, pertama penggerak literasi dan penggerak apresiasi.

“Kami berharap DKPUS Babel bisa berkolaborasi dengan kami yang ada di Pulau Belitung, berkenaan dengan literasinya maupun memancing masyarakat untuk seni budaya atau dalam bentuk apapun,” ungkapnya.

Asyraf Suryadin menyebutkan pertemuan santai ini adalah pertemuan luar biasa, tanpa diduga dan direncanakan sebelumnya.

Ternyata, kata Asyraf, Babel memiliki banyak penulis buku, baik  yang ada di Pulau Bangka, Pulau Belitung, maupun Putra Babel sebagai penulis yang tinggal di luar Babel.

Kepala DKPUS Babel itu yakin di Babel memiliki literasi yang kuat dengan adanya sastrawan yang ada di Babel dan di daerah lainnya. “Saya berharap ke depan saya bisa membedah buku-buku karya saya di Pulau Belitung,” harap Asyraf.