DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Meski masih tergolong baru dan banyak pembenahan yang harus dilakukan, namun Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dibawah kepemimpinan Asyraf Suryadin yang baru berjalan lebih kurang 1 tahun, sudah mulai membawa harus nama Babel ke kancah nasional.
Pada tahun 2020 ini, DKPUS Provinsi Babel dinobatkan sebagai lima besar Tim Sinergi Provinsi tingkat nasional dalam Pelaksanaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Pusat melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Acara Peer Learning Meeting National Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara sejak 2 – 3 Desember 2020.
Untuk terbaik pertama diraih Provinsi Sulsel, Terbaik Kedua Sumatera Selatan, Terbaik Ketiga, Jawa Tengah, Terbaik Keempat NTB.
Selain meraih Tim Sinergi Provinsi Terbaik, sejumlah Kabupaten dan Desa di Bangka Belitung, dikatakan Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin usai menerima langsung penghargaan itu dari Kepala Perpusnas RI, juga mendapatkan apresiasi dari Perpusnas.
“Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan masuk 28 Kabupaten terbaik tingkat nasional, kemudian Desa Sungai Samak Kabupaten Belitung, Desa Mayang, Desa Cendil, dan Desa Aik Madu Belitung Timur, Desa Pemali Kabupaten Bangka masuk kategori 30 desa terbaik di tingkat nasional, dan terus berkomitmen melanjutkan program transformasi,” papar Asyraf.
Jadi, ditambahkan Asyraf, ini merupakan acara puncak kegiatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang memang digelar di akhir tahun.
“Kita DKPUS Provinsi Babel merupakan lima besar dari 32 perpustakaan provinsi di Indonesia yang diikutsertakan dalam ajang tersebut. Masuknya kita ke lima besar ini, adalah usaha bersama yang dilakukan teman-teman DKPUS Babel,” ujar Asyraf.
Ditegaskan Asyraf, apresiasi ini merupakan usaha yang dilakukan Tim Sinergi Provinsi Babel. “Di tim sinergi provinsi itu, kita mengayomi dari beberapa kabupaten/kota, kemudian kabupaten/kota mengayomi Perpustakaan Desa,” ungkapnya.
“Alhamdulillah, tahun ini, kita merupakan salah satu provinsi yang cukup berbangga bisa memberikan kontribusi khususnya kepada masyarakat agar mereka gemar membaca, dan mengaplikasikan apa yang mereka baca di kehidupan nyata mereka,” kata Asyraf.
Ke depan di Babe akan diusahakan lebih baik lagi. Karena ada beberapa kabupaten seperti Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan, disebutkan Asyraf, desanya belum memperoleh penilaian. Karena memang mitra Perpustakaan Desanya tahun ini belum dilakukan penilaian.
“Tahun 2021 diharapkan perpustakaan di kabupaten tersebut menerima perhatian juga, khususnya perpustakaan desa yang ditetapkan oleh perpusnas,” imbuhnya.