DKPUSBABEL, KOBA – Upaya untuk mendokrak minat baca masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai terus dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DKPUS Babel). Salah satunya dengan memberikan bantuan buku ke taman-taman bacaan yang ada di berbagai tempat.

Seperti Selasa (1/9/2020), DKPUS Babel menyerahkan sebanyak 171 Buku Bacaan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di Pojok Baca UPT Bakuda Provinsi Babel atau yang biasa dikenal dengan Samsat Wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

Bantuan buku-buku bacaan itu, diserahkan Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin diwakili Kabid Pengembangan Bahan Pustaka dan Layanan Perpustakaan DKPUS Babel, Effendi kepada Kasubbag TU UPT Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah, Qutti Kurniadi mewakili Kepala UPT Bakuda Babel Wilayah Babel, Masuri.

Kabid Pengembangan Bahan Pustaka dan Layanan Perpustakaan DKPUS Babel, Effendi mengatakan, buku-buku yang diserahkan ini, sifatnya titipan saja, untuk mengisi Taman Baca Masyarakat yang disediakan oleh UPT Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah.

“Buku-buku ini, merupakan buku milik Negara. Jadi, tidak kami hibahkan, namun sifatnya titipan atau pinjaman. Setiap enam bulan sekali, UPT Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah ini, harus mengajukan surat permohonan untuk perpanjangan peminjaman buku-buku bacaan ini,” jelas Effendi.

Effendi berharap, melalui Taman Bacaan Masyarakat yang ada di Pojok Baca UPT Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah ini, minat baca masyarakat didaerah setempat mengalami peningkatan.

“Ini adalah salah satu langkah kami DKPUS Babel untuk memberikan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Jadi, masyarakat yang mengurus surat menyurat di UPT (Samsat) Bakuda Babel ini, bisa memanfaakan waktu tunggunya dengan membaca buku-buku ini,” ujar Effendi.

Sebelumnya, Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin mengatakan, untuk meningkatkan minat baca, masyarakat tidak harus ramai-ramai datang ke perpustakaan. Untuk mendapatkan buku-buku bacaan, masyarakat bisa membacanya di tempat-tempat seperti warung kopi, atau tempat-tempat lainnya yang dianggap menjadi pusat berkumpul orang-orang.

Di tempat-tempat itu, ditambahkan Asyraf, DKPUS Babel hanya menyediakan buku-buku bacaan, sedangkan tempat atau pojok bacanya disediakan pemilik warung kopi, atau tempat lainnya itu.

“Seperti bantuan buku ke UPT  Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah, kami hanya menyediakan bukunya saja, sementara untuk raknya disediakan UPT Bakuda Babel Bangka Tengah,” ungkap Asyraf.

Selain itu, dikatakan Asyraf, DKPUS Babel juga akan menginventarisir tempat-tempat strategis yang menjadi  pusat kumpul masyarakat, untuk diusulkan mendapatkan bantuan Program Pengembangan Pojok Baca Digital berupa perangkat teknologi informasi dan komunikasi serta koleksi kepada Perpustakaan Nasional.

Sementara itu, Kasubbag TU UPT Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah, Qutti Kurniadi mewakili Kepala UPT Bakuda Babel Wilayah Bangka Tengah, Masuri menyampaikan terima kasih atas bantuan buku-buku bacaan dari DKPUS  Babel untuk Taman Bacaan Masyarakat yang ada di UPT Bakuda Babel Bangka Tengah.

Qutti berharap masyarakat yang datang ke UPT Bakuda ini, dapat memanfaatkan waktu sedikit untuk membaca. Pihaknya juga berencana mengusulkan Pojok Baca Digital seperti yang disampaikan DKPUS Babel.