PANGKALPINANG – Suatu kehormatan bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), seorang Dokter Spesialis Anestesi dan Intervensi Nyeri, Farhan Ali Rahman, SP.An, FIPM menghibahkan dua buah buku hasil karya pribadinya untuk Perpustakaan Daerah Provinsi (Perpusprov) Babel.
Buku pertama adalah “Knock Out” tiada badai yang tak pernah usai. Sedangkan buku kedua dalam bentuk dalam bentuk fiksi, novel dengan judul “Sang Pembius” kisah tentang Anestesi, Pandemi dan Pencarian Cinta.
Kedua buku itu diserahkan dokter Farhan langsung kepada Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, didampingi Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno, Mirdayati, di ruang kerja Kepala DKPUS Babel, Jumat (17/6/2022) sore.
Dokter Farhan menjelaskan, intinya dari buku pertama “Knock Out” itu, semua badai, kendala, cobaan, pasti ada penyelesaiannya. “Buku pertama itu saya tulis saat mengawali pandemi covid-19 di tahun 2020. Buku kedua, saya buat terinspirasi Ibu kandung saya yang menjadi korban meninggal dunia karena covid-19 tepat tanggal 20 Januari 2021,” kata dokter Farhan dihadapan Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.
“Kondisi itu menjadi pukulan berat bagi saya. Akhirnya, saya menulis dalam bentuk novel untuk menghargai ibu kandung saya dan disebar ke semua orang, sehingga semua bisa mendoakan. Kematian dokter saat saya menulis novel itu mencapai 127 orang. Tapi, sampai akhir pandemi menuju endemi hampir 750 orang dokter yang meninggal,” sambung dokter Farhan.
Buku tersebut, diungkapkan dokter Farhan lebih lanjut, harapannya menjadi dokumen sejarah. ”Sekaligus dalam buku itu, saya tuliskan bagaimana Bangka Belitung menghadapi pandemi covid-19,” ungkapnya yang saat ini bertugas di RSUD Soekarno, Air Anyer, Bangka, Babel.
Bangka Belitung, masih diceritakan dokter Farhan, dinobatkan Presiden RI kedua terbaik se Indonesia. “Jadi, kutipannya saya ambil, saya jadikan film pendek. Saya juga sudah bikin film pendek di youtube dengan judul ‘sang pembius’. Ini dengan tujuan biar orang tak melupakan pandemi. Karena selama dua tahun pandemi merupakan sejarah yang luar biasa,” tegas dia.
Dokter Farhan mengaku mendapatkan suatu kehormatan sebagai penulis buku bisa memberikan dua buku karyanya ke Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung.
“Harapan saya, dengan menyumbangkan buku ke Perpustakaan Provinsi, buku ini banyak di baca orang, sehingga orang banyak tahu, seperti ini optimisme dibangun bahwa pandemi seberat apapun pasti akan terlewati,” tutup dokter Farhan.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengucapkan terima kasih kepada dokter Farhan yang telah menyerahkan dua buku karya pribadinya kepada Perpustakaan Provinsi.
“Melihat dokter yang masih muda sebagai penulis, saya salut, terutama dari karya-karya yang dikembangkan, dan ini sudah besifat nasional. Alhamdulillah, buku yang diserahkan ke kita ini akan menambah jumlah referensi Perpustakaan kita,” terang Rakhmadi.
Kita, Babel, menurut Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, memang membutuhkan orang-orang seperti dokter Farhan, yang memiliki waktu berkarya, tidak mesti fokus pada satu aliran.
“Ternyata, seorang dokter di tengah kesibukannya juga bisa menulis dengan buku-buku ilmiah seperti ini. Orang-orang seperti ini, masih muda, tapi mampu mengembangakan literasi. Kita DKPUS sangat berterima kasih. Ini akan menjadi bahan pencerahan, mencerdaskan bagi adek-adek pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,” sebut Rakhmadi.
Oleh sebab itu, ditambahkan Rakhmadi, DKPUS Babel harus selalu mengekspos buku-buku yang ada di Perpustakaan Provinsi. “Walaupun masih dalam jumlah terbatas, yang pasti kita akan terus menggerakkan kaum-kaum literasi, terutama penulis,” pungkas Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.