BANGKA SELATAN – Usai melakukan penggalian sejarah pemekaran Wilayah Kabupaten Belitung Timur pada akhir tahun 2023 lalu, kini Tim dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melanjutkan hal serupa ke Bangka Selatan (Basel).
Sebelum melakukan penggalian melalui wawancara langsung dan didokumentasikan dalam sebuah video, Tim DKPUS Babel melalui Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip DKPUS Babel, melakukan silaturahmi bersama dua tokoh yang berperan langsung dalam perjuangan pemekaran Basel.
Didampingi Tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Basel, Tim Penggalian Sejarah Pemekaran Wilayah Bangka Selatan, yang di koordinatori Subkor, Elysa mewakili Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, berdiskusi singkat bersama dua tokoh sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Bangka Selatan tersebut di ruang pertemuan Gedung Depo Arsip Basel.
Dalam diskusi santai pada Selasa (6/8/2024) itu, kedua tokoh sejarah perjuangan pembentukan Basel, Rusmin 58 tahun, dan Dayat 60 tahun itu, menyampaikan dukungannya terhadap DKPUS Babel.
Pihaknya siap memberikan testimoni atau pengakuan selaku pelaku sejarah dalam perjuangan pembentukan Basel, dari awal hingga menjadi kabupaten.
“Kami siap membantu memberikan penjelasan melalui wawancara mengenai pembentukan wilayah Bangka Selatan ini. Memang kami bagian dari pelaku sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Basel, yang dimulai dari persiapan Komite Perjuangan Pemuda Toboali (KPPT). Ini adalah langkah awal kami sebelum menuju ke presidium,” ujar Dayat.
Salah satu buktui sejarah awal tercetusnya keinginan untuk pemekaran wilayah atau pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, ditambahkan Rusmin, adalah Wisma Samudra yang berada di Kawasan Himpang Lima, Toboali.
“Wisma ini adalah bukti sejarah awal perjuangan kami untuk perjuangan pembentukan Kabupaten Bangka Selatan,” ujar Rusmin.
Pada kesempatan itu, Rusmin pun langsung menawarkan agar Wisma Samudra bisa menjadi Lokasi wawancara dan rekaman video sejarah pemekaran atau pembentukan Bangka Selatan.
Sebelumnya, Elysa selaku Subkor di Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip DKPUS Babel, mewakili Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi, mengucapkan terima kasih kepada dua tokoh sejarah perjuangan pembentukan Basel yang mendukung dan siap menjadi narasumber dalam wawancara sejarah tersebut.
“Kami berkunjung ke Basel hari ini, yang pertama untuk bersilaturahmi dan berkenalan langsung dengan Bapak Rusmin dan Bapak Dayat selaku pelaku sejarah perjuangan pembentukan Basel. Kami, jika tidak ada perubahan jadwal, dalam bulan September 2024 mendatang akan melakukan wawancara yang direkam melalui video. Dokumentasi ini akan menjadi arsip sejarah dan akan disimpan di DKPUS Provinsi Babel,” ungkapnya.
Atas rencana itu, Elysa meminta kesediaan dan dukungan kedua tokoh sejarah itu, termasuk kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Selatan.
Tak hanya itu, Elysa juga meminta saran kepada dua tokoh pelaku sejarah perjuangan pembentukan Basel, memilih Lokasi yang pas untuk rekaman video tersebut, sesuai dengan tema yang diusung.
Setelah berdiskusi, Tim DKPUS Babel didampingi Tim DPK Basel dan dua tokoh sejarah perjuangan pembentukan Basel, meninjau langsung Wisma Samudra yang bakal menjadi Lokasi wawancara dan rekaman video sejarah pemekaran Bangka Selatan.