DKPUSBABEL, JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel, Asyraf Suryadin, mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Jakarta.

Kunjungan pada Rabu (27/1/2021) siang tersebut, Gubernur disambut langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, beserta jajarannya.

Kedatangan Gubernur, berkenaan beberapa hal, diantaranya dalam rangka menjalin kerja sama, bersinergi dan berkolaborasi terkait arsip maupun sejarah perkembangan Babel dari awal sejak Babel berdiri sampai dengan sekarang.

"Ada beberapa hal yang akan kami kembangkan, yakni dua museum yang berbeda tema. Pertama museum dengan tema ‘sejarah keberadaban melayu’ termasuk pembangunan perpustakaan yang akan kita kolaborasikan dengan sejarah nasional Kota Muntok. Hal ini mengingat sejarah Babel kebanyakan berasal dari Melayu Muntok. Disamping itu, sejarah nasional juga terkait erat dengan Kota Muntok, gedung heritage juga lebih banyak dan sejarah Presiden pertama Soekarno ada di Muntok," ungkap Gubernur.

Berikutnya, mengenai sejarah Belitung, karena banyak sekali geosite atau geopark yang dikembangkan dan sudah digarap hingga ke UNESCO. Untuk itu, sejarah ini butuh data, termasuk peradaban Babel, dan ini ada di Perpusnas.

"Kami ingin kerja sama untuk menggali hal ini. Disamping pengumpulan data fisik, nanti kita bangun museum dan perpustakaan. Strategi kami, kerja sama dengan Universitas Tarumanegara terkait desain serta memanfaatkan teknologi digital," ujar Erzaldi.

Untuk memberdayakan perpustakaan ini, Erzaldi ingin menjalin kerja sama dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola perpustakaan nanti.

Ia berharap, saat peresmian perpustakaan sekaligus museum di Kota Muntok yang diperkirakan akhir Maret 2021 nanti, bisa dihadiri Kepala Perpusnas Syarif Bando.

Melalui pertemuan itu, Gubernur berharap, apa yang di diskusikan bisa membawa hasil bagi kemajuan peradaban Babel. Karena menurutnya, literasi dan perpustakaan adalah suatu kebutuhan. Jangan sampai digitalisasi yang kebablasan mengurangi minat untuk terus membaca.

"Melalui keberadaan sejarah dan latar belakang Babel di museum ini diharapkan bisa menjadi wadah yang memberikan edukasi tentang visi misi masyarakat kita dan pemangku kebijakan," katanya.

Mudah-mudahan, diharapkannya, ke depan antara Perpusnas dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel bisa terus bersinergi dalam rangka membuat peradaban khususnya untuk Babel lebih maju dan lebih baik ke depannya.

Selain itu, dihadapan Kepala Perpusnas, Gubernur Erzaldi juga berharap agar Perpusnas bisa memberikan tambahan beberapa unit mobil perpustakaan keliling di Babel.

Menanggapi hal-hal yang disampaikan Gubernur Babel, Kepala Perpusnas RI, Syarif Bando menyambut baik dan meminta jajarannya untuk membantu memfasilitasi dimulai dari kegiatan menggali sejarah dan peradaban di Babel.

Soal peresmian museum sekaligus perpustakaan di Kota Muntok dan seminar, Syarif Bando mengatakan, akan mengatur jadwal.

Terpisah, Kepala DKPUS Babel berharap, setelah adanya kunjungan Gubernur Babel ini ke Perpusnas, aka nada perubahan perpustakaan di Babel yang lebih baik lagi ke depannya, terutama perpustakaan provinsi.

Sebab, kata dia, jika tak ada halangan, Pemprov Babel melalui DKPUS Babel pada tahun 2022 atau 2023 mendatang akan membangun Gedung Perpustakaan Provinsi di eks Gedung Samsat Pangkalpinang di belakang eks Mapolres Pangkalpinang, menggunakan dana DAK dibawah Perpusnas RI.

Diakhir pertemuan, Gubernnur memberikan cinderamata miniatur kapal terbuat dari timah kepada Kepala Perpusnas. Sementara Gubernur menerima Kartu Anggota Perpusnas dari Kepala Perpusnas RI.