DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung(Babel), Asyraf Suryadin, turut mengikuti Rapat Koodinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) secara virtual.

Rakornas yang berlangsung sejak tanggal 22 Maret hingga 24 Maret 2021 itu, dibuka Staf Ahli Mendagri bidang Pemerintahan, Suhajar Diantoro mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (22/3/2021).

Dalam sambutannya, Suhajar  mengajak seluruh Kepala Daerah yang ada di Indonesia, mulai dari Gubernur hingga Bupati/Walikota, untuk turut memperhatikan perpustakaan didaerahnya masih-masing.

Karena, disebutkan Suhajar, sampai saat ini masih terdapat 23 kabupaten/kota di Indonesia yang belum punya perpustakaan. Begitu juga dengan anggaran untuk bidang perpustakaannya.

“Kemendagri, tahun 2020 lalu telah menerbitkan Keputusan Mendagri No.050-3708 Tahun 2020 tentang hasil verifikasi dan validasi pemutakhiran klasifikasi, kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah (Pedoman Pemda dalam Menyusun APBD terkait perpustakaan dan literasi untuk program pengembangan budaya baca dan lainnya untuk menumbuhkan literasi masyarakat),” papar Suhajar.  

Selain itu, Kepala Daerah juga diingatkan mengenai pembagian urusan pemerintahan bidang perpustakaan sebagaimana pembagian kewenangan urusan perpustakaan yang tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2014, untuk pembinaan perpustakaan, diantaranya: a) Daerah Provinsi untuk Pengelolaan Perpustakaan tingkat Daerah Provinsi; b) Pemberdayaan gemar membaca tingkat Daerah Provinsi.

Sedangkan Pembinaan Perpustakaan Kabupaten/Kota, Pengelolaan perpustakaan tingkat Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemberdayaan gemar membaca tingkat Daerah Kabupaten/Kota.

Sebelumnya, Kepala Perpusnas RI, M. Syarif Bando dalam kesempatan itu, memaparkan, saat ini masih rendahnya indeks literasi dan budaya baca di Indonesia.

“Persoalan kita diantaranya saat ini, adalah keterbatasan bahan bacaan. Saat ini jumlah bahan bacaan secara nasional sebanyak 22.318.083 eksemplar. Untuk mengatasi kekurangan buku-buku, Gubernur, Bupati/Walikota berperan agar menulis buku-buku lokal. Mudah-mudahan ada kerjasama mengatasi keterbatasan buku bacaan ini,” harap Kepala Perpusnas RI.

Di tempat terpisah, Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin menyambut baik adanya Rakornas Bidang Perpustakaan ini.  

“Tema yang diusung dalam Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2021, memberikan arti penting bagi aktivitas kita selaku pembaca. Tadi di Pembukaan Rakornas juga disinggung tentang rendahnya tingkat literasi. Itu harus kita jawab dengan kerja nyata,” ujar Asyraf.

Begitu pula dengan adanya pembanding literasi antara di zaman soekarno dan sekarang, kata Asyraf. “Kalau dulu bagaimana kita memberantas buta huruf, sedangkan sekarang tentang milek hurufnya. Ini juga menjadi perhatian kita di daerah,” tegasnya.

Pembukaan Rakornas Bidang Perpustakaan yang mengusung tema “Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural” itu, juga diikuti Kepala Daerah se-Indonesia, dan mengetengahkan sejumlah narasumber, salah satunya Menteri Sosial RI, Tri Risma.