PANGKALPINANG, HUMAS DKPUS – Salah satu upaya dalam melakukan pengembangan Perpustakaan Desa (Perpusdes) Simpang Rimba, Sekretaris Desa (Sekdes) Simpang Rimba Robi, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambangi Kantor DKPUS Babel di Pangkalpinang.
Kedatangan Sekdes Simpang Rimba, Jumat (24/1/2025) tersebut diterima Plt. Kepala DKPUS Babel, Yopi Wijaya diwakili Plt Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Runi Alcitra Amalia.
Sekdes Simpang Rimba, Robi mengatakan, kunjungan dirinya ke DKPUS Provinsi Babel satu diantaranya bagaimana cara Pemdes Simpang Rimba untuk mengembangkan Perpusdes Simpang Rimba sudah berdiri saat ini, namun keberadaannya masih “jalan di tempat”.
Oleh karena itu, Sekdes meminta saran kepada DKPUS Provinsi apa langkah-langkah yang harus dilakukan Pemdes Simpang Rimba berkenaan pengembangan Perpusdes Simpang Rimba itu.
Selain itu, kata Sekdes, kehadirannya ke DKPUS Babel, juga ingin berkonsultasi terkait bantuan buku dari Perpustakaan Nasional.
Disebutkan Robi, saat ini Desa Simpang Rimba dengan jumlah lebih kurang 600 Kepala Keluarga, hampir 80 persen bekerja menjadi buruh tani Perkebunan Kelapa Sawit Perusahaan dekat daerah setempat.
Sementara dari sisi besaran APBDes Desa Simpang Rimba untuk tahun 2025 ini, sebesar Rp1 miliar lebih.
Sepulangnya dari Kantor DKPUS Provinsi Babel ini, Pemdes, kata Robi, akan menyiapkan Ruang layanan Perpusdes, karena ruang sebelumnya sudah tidak memadai sebagai tempat layanan Perpusdes.
Plt. Kepala DKPUS Babel, Yopi Wijaya diwakili Plt. Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Runi Alcitra Amalia menyambut baik kunjungan Sekdes Simpang Rimba ini.
Berkenaan dengan keinginan Pemdes untuk mengembangan Perpusdes Simpang Rimba, Runi yang saat ini selaku Pustakawan Ahli Madya menyarankan langkah pertama yang diambil oleh Pemdes adalah komitmen atau keseriusan untuk mendukung Perpusdes.
Setelah adanya komitmen, kata Runi, baru melangkah ke hal-hal lain, seperti Gedung Layanan, SDM Pengelola, Koleksi Buku, dan lainnya.
Runi menjelaskan, Perpustakaan sekarang keberadaan di Tengah masyarakat tidak hanya untuk membaca buku, tetapi telah bertransformasi juga untuk kegiatan-kegiatan masyarakat setempat diantaranya pelatihan membuat kue bagi ibu-ibu, dan kegiatan lainnya.
Karena, ditekankan Runi, keberaan perpustaan sekarang tak terbatas untuk menyerdaskan masyarakat semata, namun juga untuk menyejahterakan masyarakat. “Maka dari, tolong Pemdes mengawal anggaran perpusdes,” saran Runi.
Terkait bantuan buku dari Perpusna, dikatakan Runi, DKPUS Babel sampai sekarang masih menunggu informasi Perpusnas, desa mana saja yang dapat bantuan.
“Mudah-mudahan nanti koordinasinya lewat Perpusprov. Kalau berdasarkan bantuan sbeleumnya, selain buku, Perpusnas juga akan membantu TV, dan perinter,” sebut Runi.
Bagi Perpusdes yang mendapatkan bantuan, akan mendapatkan pelatihan, Bimtek, sosialisasi. Kades atau Sekdesnya, kata Runi, akan diundang untuk diberikan pemahaman tentang Perpusdes.