DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Asyraf Suryadin mendukung serta memberikan support kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang belum memiliki Perpustakaan Desa sebagai bentuk implementasi dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Untuk hal tersebut, Asyraf Suryadin siap menerima kunjungan lanjutan Anggota DPRD Beltim ke DKPUS Babel.
“Rencananya rombongan DPRD Beltim yang berjumlah 8 orang tersebut, akan berkunjung ke DKPUS Babel Jumat besok. Kedatangan mereka terkait desa di Beltim yang belum memiliki perpustakaan. Jadi, mereka ingin konsultasi dan koordinasi dengan kita DKPUS Babel,” ujar Asyraf, Kamis (5/11/2020).
Dikatakan Asyraf, kunjungan itu diketahui melalui surat DPRD Beltim yang dilayangkan kepada Kepala DKPUS Babel melalui surat Nomor. 170/508/DPRD-Beltim/XI/2020 tanggal 3 November 2020.
Disebutkan Asyraf, sebelumnya Kepala DKPUS dan anggota DPRD Beltim sudah berkunjung ke DKPUS Babel dalam rangka sinergisitas antara perpustakaan Provinsi Babel dengan Beltim, khususnya dalam rangka meningkatkan minat baca di pedesaan.
"Kita harapkan minat baca di pedesaan menjadi lebih baik, dan besok kita bicarakan bersama-sama dalam bentuk seperti apa wujudnya. Saya selaku kepala dinas berharap kehadiran mereka bisa menambah sinergisitas kita dalam mengembangkan perpustakaan desa," ujar Asyraf Suryadin.
Dari hasil kunjungan tersebut, kata Asyraf, diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim menganggarkan dan mengembangkan kegiatan perpustakaan desa menjadi lebih baik lagi melalui kegiatan inkluisi social, khususnya yang berhungan dengan pengembangan minat baca bagi masyarakat.
“Dengan adanya inklusi sosial itu, buku-buku yang ada di perpustakaan desa bisa mereka baca dan praktikan di dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, sehingga bisa menambah sejahteraan keluarga,” ungkap Asyraf.
Sebagai contoh, ditambahkan Asyraf, di Beltim ada perkebunan nanas, Petani akan membaca buku tentang pengolahan nanas menjadi produk jadi seperti dodol nanas, dan proses marketingnya sampai ke konsumen dari buku.