PANGKALPINANG – Belum lama ini menerima kunjungan Komisi 1 DPRD Kabupaten Belitung, Kamis (28/11/2024), giliran Komisi 1 DPRD Kabupaten Bangka Tengah disambut Plt. Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yopi Wijaya.

Penerimaan rombongan Komisi I DPRD Bangka Tengah yang diketuai Murjanah itu berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan (GLP) Provinsi Babel, Komplek Perkantoran Terpadu Pemprov Babel.

Turut serta dalam rombongan Komisi 1 DPRD Bangka Tengah itu, Kepala DPK Bangka Tengah, Elly Arsyah.

Sementara Plt. Kepala DKPUS Babel Yopi dalam kesempatan tersebut ikut didampingi Kasubbag Umum DKPUS Babel Ian Gaurav, dan Pegawai DKPUS Babel, Faturahman.

Maya Dwie Kusumah, Anggota Komisi 1 DPRD Bangka Tengah, sekaligus juru bicara Komisi I DPRD Bangka Tengah dihadapan Plt. Kepala DKPUS Babel mengatakan, saat ini Bangka Tengah sudah memiliki gedung Perpustakaan yang baru.

Namun, Gedung tersebut masih belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. “Maka dari kami ke sini ingin belajar, sharing, program apa yang dapat diterapkan di Bateng, terutama inovasinya. Mudah-mudahan dengan adanya gedung Perpustakaan baru minat baca masyarakat meningkat,” harapnya.

Oleh karena itu, Komisi 1 DPRD Bangka Tengah, katanya, ingin mengetahui bagaimana cara atau strategi meningkatkan minat baca masyarakat.

Selain itu, Komisi 1 DPRD Bangka Tengah juga berharap adanya bantuan dari Pemprov Babel berkenaan dengan program Perpustakaan ini untuk Bangka Tengah.

Plt. Kepala DKPUS Babel, Yopi Wijaya menyampaikan selamat datang kepada rombongan Komisi 1 DPRD Bangka Tengah di GLP Babel.

GLP Babel ini, dijelaskan Yopi, dibangun dengan anggaran DAK, dan awal tahun 2023 Kabid dan Pegawai Fungsional Pustakawan berkantor di GLP.

Hanya saja, untuk bagian luar GLP Babel, kata Yopi masih belum tertata, lantaran anggaran yang dimiliki Pemprov Babel masih terbatas. Ke depan, diharapkan bagian luar GLP sudah bisa tertata.

Jadi, ditegaskan Plt. Kepala DKPUS Babel, soal bantuan anggaran dari Pemprov Babel untuk Perpus Bangka Tengah, sementara belum bisa, karena anggaran Pemprov yang masih sangat terbatas itu.

Berkenaan dengan minat baca, menyulutkan niat untuk meningkatkan literasi, Perpusprov Babel mensiasati diantaranya Perpusprov Babel mengatur jadwal para siswa untuk kunjungan ke Perpusprov.

“Kami juga punya mobil pusling untuk menyabangi SMA/SMK/MA. Selain itu, Perpusprov  juga ada lomba. Untuk anggarannya dalam 1 tahun anggaran itu sudah dianggarkan,” ujarnya.

Meski demikian, ditambahkan Yopi, ada kabar gembiranya, pada tahun 2025 mendatang Bangka Tengah, dalam hal ini Perpustakaan Desa, turut mendapatkan bantuan buku dari Perpustakaan Nasional.

“Untuk Bangka Tengah, bantuan buku ke Perpusdes sebanyak 1000 buku untuk masing-masing Perpustakaan Desa. Di Bangka Tengah, tahun 2025 sebanyak 35 Perpustakaan Desa yang akan mendapatkan bantuan buku. Jumlah Perputakaan Desa penerima bantuan buku di Bangka Tengah, terbanyak di Bangka Belitung,” beber Yopi.

Selain itu, sebut Yopi, ke depan DKPUS Babel akan mengumpulkan data-data berkaitan dengan buku-buku yang dibutuhkan di Kabupaten/Kota, untuk selanjutnya disampaikan ke Perpustakaan Nasional.

Usai menggelar pertemuan, Plt. Kepala DKPUS Babel Yopi mengajak rombongan Komisi I DPRD Bangka Tengah berkeliling GLP, termasuk melihat ruang studio mini di lantai III GLP Babel.