DKPUSBABEL, TOBOALI – Pandemi Covid-19 yang masih melanda belahan dunia, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), tidak menyurutkan semangat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel untuk semakin menggenjot minat baca masyarakat sejak usia dini.
Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (25/11/2020) kemarin, menjadi sasaran pelayanan Perpustakaan Keliling (Pusling) DKPUS Babel.
Melalui Pelayanan Pusling tersebut, DKPUS Babel kembali menggandeng Duta Baca Daerah Babel Annisa guna mengajak anak-anak Toboali, untuk gemar membaca.
Walaupun dalam waktu beberapa jam, dan terbatas, namun kehadiran dan ajakan Duta Baca Daerah Babel Periode 2018-2020 bersama Tim Pelayanan Pusling DKPUS Babel di Ibu Kota Kabupaten Pulau Bangka bagian Selatan itu, mampu menggugah semangat anak-anak yang mengenyam pendidikan di SD Negeri 8 Toboali.
Semangat para siswa SD Negeri 8 itu, semangin memuncak, disaat Duta Baca Daerah Babel Annisa bersama Kepala Sekolah dan Tim DKPUS Babel mengajak anak-anak memasuki ruang kelas agar mengetahui lebih dalam apa itu perpustakaan, gemar membaca, manfaat membaca, serta bagaimana cara agar budaya gemar membaca selalu tertanam dalam diri sejak usia SD.
“Orang-orang yang sukses di belahan dunia ini, memulai karirnya dengan membaca buku. Karena, buku adalah jendela dunia. Dari buku kita mengetahui apa saja yang sebelumnya tidak bisa kita ketahui,” jelasnya.
Dalam kesempatan sama, Annisa bersama Pustakawan DKPUS Babel Anggya juga mendongeng untuk para siswa. Sesi ini pun tak dilewatkan para siswa termasuk Kepala Sekolah dan guru.
Kepala SD Negeri 8 Toboali, menyampaikan terima kasih kepada DKPUS Babel kepada Tim Pelayanan Pusling DKPUS Babel dan Duta Baca Daerah Babel yang telah menyambangi sekolah mereka.
Ia mengaku, sekolah mereka jarang kedatangan Pelayanan Pusling. Oleh karena itu, Kepala SD Negeri 8 Toboali berharap Pusling di sekolah mereka bisa sering dilakukan, sehingga bisa terus memacu semangat baca siswa-siswa SD Negeri 8.
Dikesempatan terpisah Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin menjelaskan, tujuan Pusling yang diselenggarakan DKPUS Babel ini, diantaranya adalah menumbuhkan dan mengembangkan minat baca, baik masyarakat umum maupun pelajar.
Melalui Pusling yang menyasar daerah-daerah pedesaan ini, diharapkan Asyraf, akan muncul minat baca masyarakat. Tak sekadar itu, diharapkan juga dengan membaca buku-buku baik yang ada di Pusling DKPUS Babel maupun Perpustakaan Desa setempat, kesejahteraan masyarakat akan meningkat, sebagaimana Progam Tansformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
“Ke depan pun, buku-buku yang kami sediakan menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki masyarakat,” ujar Asyraf.