DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asyraf Suryadin kembali kedatangan tamu. Jika Jumat (11/12/2020) Tim Pengembangan Perpustakaan SDN 12 Jebus, Bangka Barat, sedangkan Senin (14/12/2020) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung, Paryanta.
Kunjungan Paryanta tidak lain mengonsultasikan rencana penerbitan Buku Sejarah Belitung ke DKPUS Babel yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkalpinang.
Untuk itulah, Paryanta meminta masukan – masukan langsung Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin beserta jajarannya, apa-apa saja yang perlu dipersiapkan.
“Kunjungan kami ke DKPUS Babel ini dalam rangka konsultasi dan koordinasi terkait sejarah citra daerah. Kami ingin mengetahui bagaimana langkah-langkah untuk penyusunan buku terkait citra daerah Belitung. Kan untuk saat ini kami belum memiliki, sementara kita tahu provinsi, sudah punya tentang itu,” ungkap Paryanta.
Begitu pula dengan Kabupaten lain seperti Bangka Selatan, Belitung Timur, disebutkannya, sudah memiliki. “Untuk itu, kita juga berusaha akan menyusun. Makanya kita konsultasi dan koordinasi dengan DKPUS Babel, agar langkah-langkah kita tidak keliru,” ujarnya.
Selain itu, Paryanta juga berkonsultasi terkait dengan penggunaan buku-buku elektronik. “Kita Belitung punya yang namanya e-belitung untuk perpustakaan-perpustakaan elektronik, dan di provinsi kebetulan punya e-pusda, seperti apa pengelolaannya kita sharing, supaya ke depan di Belitung dan provinsi saling mengisi,” Paryanta.
Sementara itu, Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin didampingi Pustakawan Ahli Madya, Padli menyambut baik kunjungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belitung ke DKPUS Babel.
Kepada Paryanta selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belitung, Asyraf mengatakan, untuk menyusun buku sejarah Kabupaten Belitung memang harus melalui tahapan-tahapan.
“Langkah awal seperti pengumpulan data-data arsip-arsip yang ada dulu, setelah itu kita bentuk panitia, termasuk penganggaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama juga dikatakan, DKPUS Babel saat ini tengah fokus terkait dengan arsip terjaga dan arsip asset.
Arsip terjaga seperti arsip perbatasan, arsip peta wilayah, arsip kependudukan, arsip budaya dan lainnya.
“Kami dari DKPUS Babel untuk arsip terjaga ini, sedang melakukan inventarisir. Karena Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Babel berkaitan dengan arsip ini, tidak lagi mencarinya ke pusat, tapi di lembaga kearsipan daerah,” ungkapnya.
Sebelum menutup pertemuan, Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin didampingi Pustakawan Ahli Madya DKPUS Babel Padli, memberikan dua buku Sejarah Bangka Belitung menjadi Provinsi.