Pelayanan perpustakan keliling merupakan salah satu sarana layanan yang diadakan oleh perpustakaan Provinsi Kep. Bangka Belitung secara rutin. Layanan ini dimaksudkan untuk mengatasi kesenjangan informasi bagi masyarakat daerah agar lebih dekat dan mencintai perpustakaan. Melalui perpustakaan keliling, pemerintah daerah berusaha memberikan layanan informasi kepada masyarakat secara proaktif guna mencapai salah satu misi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yaitu membina dan mengembangkan budaya baca.

Sasaran yang dituju pada pelaksanaan pelayanan perpustakaan keliling pada hari Senin Tanggal 28 Bulan Oktober Tahun  2019 adalah SMPN 1 Pangkalanbaru Kab. Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Prosedur pelaksanaan pelayanan perpustakaan keliling yaitu menunjuk petugas yang akan ditugaskan untuk melaksanakan layanan, petugas merupakan pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kep.Bangka Belitung. Petugas kemudian berangkat menuju lokasi sasaran perpustakaan keliling yang telah ditetapkan sebelumnya melalui Surat Tugas yang dikeluarkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Pada kunjungan ini total jumlah pengunjung di SMPN 1 Pangkalanbaru Kab. Bangka Tengah adalah 107 orang dari total siswa 714 orang, sehingga kunjungan layanan perpustakaan keliling hanya  14% dari total seluruh siswa. Hal ini disebabkan jam layanan yang dilakukan pada jam istirahat siswa yang terbatas.

Koleksi yang diminati di SMPN 1 Pangkalanbaru Kab. Bangka Tengah beragam, mencakup buku fiksi dan non fiksi. Untuk buku fiksi banyak siswa membaca buku komik sedangkan buku non fiksi banyak yang membaca buku sains dan ilmu terapan. Rata-rata buku yang dibaca oleh masing-masing siswa adalah 3 hingga 4 buah buku.

Melalui kegiatan pelayanan perpustakaan keliling ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi, adanya pemeratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai daerah terpencil, dan membangun kerjasama antar lembaga masyarakat sosial, pendidikan, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat.