BANGKA BARAT – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pelatihan Pembuatan Pantiau Beras.  

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Babar, Farouk Yohansyah pada Kamis (1/8/2024) di Gedung Perpusda Babar tersebut merupakan salah satu Program Kegiatan Pengembangan Literasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Perpusda Babar.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari itu melibatkan puluhan Ibu-ibu dari dari Dharma Wanita Persatuan, TP PKK, UMKM, dan masyarakat umum.

Kepala DPK Babar mengatakan, kegiatan ini merupakan program kegiatan Perpusda Bangka Barat yang berbasis inklusi social, guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu, agar bisa meningkatkan kesejahteraan.

“Perpusda akan terus berupaya agar kegiatan bersifat keterampilan yang menyentuh masyarakat, khususnya yang bersifat keterampilan bagi ibu-ibu terus ditingkatkan. Saya sangat mengaprisiasi dan bangga, karena yang hadir pada hari ini ada Ketua Dharma Wanita Perstauan, PPK, UMKM dan masyarakat luas,” kata Farouk.

Semoga, harap dia, ilmu tentang pembuatan pantiau beras ini dapat ditularkan kepada masyarakat di lingkung tempat tinggal masing-masing. Nantinya bisa membuka usaha kuliner guna meningkatkan perekonomian keluarga.

Dina, Ketua Dharma Wanita Persatuaan Bangka Barat di kesempatan itu mengungkapkan, kegiatan yang diadakan oleh Perpusda Bangka Barat ini positif, yaitu kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial.

“Kami sangat mensupport kegiatan ini, khususnya untuk ibu-ibu organiasi maupun ibu-ibu UMKM dan masyrakat yang ada di Kabupaten Bangka Barat,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, semua khususnya ibu-ibu yang hadir pada hari ini, harap Dina, dapat memberikan pengetahuannya kepada masyarakat yang ada dilingkungan  mereka tinggal. “Kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian mereka sendiri,” tuturnya.

Ke depannya, lanjut Dina, kegiatan ini tidak sebatas disini saja, tetapi  dapat dikembangkan lebih luas di masyarakat maupun di organisasi yang ada di Kabupaten Bangka Barat. “Khususnya kami di Dharma Wanita ada yang hadir disini dari bidang ekonomi,” ucapnya.

Kehadiran pengurus Dharma Wanita Persatuan bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bisa ditularkan kepada anggota yang lain.

“Kami berharap Perpusda Bangka Barat tidak henti-hentinya untuk mengadakan kegiatan seperti ini, sehingga ibu-ibu, UMKM dan instansi  lainnya yang telah mendapat pelatihan dapat meningkatkan  income dari hasil pelatihan yang mereka ikuti,” harap Dinas.

Sri Rahayu, dari PPK Kabupaten Bangka Barat juga mengungkapkan hal serupa. “Kami hari ini telah mengikuti pelatihan pembuatan pantiau beras. Kegiatan ini sangat bermafaat bagi tim pengerak PPK Bangka Barat. Sesudah dari kegiatan pelatihan ini kami akan melaporkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK, dan  kami ada di pokja 3 membidangi tentang sandang, pangan tata laksana rumah tangga,” terangnya.

Pada saatnya nanti, pihaknya melakukan pembinaan ke desa-desa kelurahan. “Kami akan menularkan ilmu yang kami dapat hari ini, kami akan membagikan kepada kader PKK desa kelurahan, bagaimana cara pembuatan pantiau. Sehingga warga masyarakat desa kelurahan dapat membuat pantiau untuk mereka jual untuk menopang  perekonomian keluarga,” ungkap Sri.

Lena dari UMKM Sejahtera yang ikut dalam pelatihan tersebut berharap melalui kegiatan ini, dapat meningkat ilmu pengetahuan dan keterampilan UMKM mereka bagaimana cara membuat pantiau yang baik dan berkualitas.

“Pelatihan ini sangat bermafaat, kedepannya diharapkan dapat menambah pemasukan  bagi ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Lena.

Pelatihan tersebut, menghadirkan dua orang narasumber berpengalaman dari Bangka Barat yang memberikan secara langsung teori maupun praktek, yaitu Ibu Sunarti dan Lisnawati.