BANGKA TENGAH, HUMAS DKPUS – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Koordinasi dan Advokasi dengan Mitra Jejaring Indonesia One Search (IOS).
Kegiatan yang berlangsung di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Rabu (4/6/2025) tersebut dibuka oleh Plt Kepala DKPUS Babel, Doni Golput diwakili Sekretaris DKPUS, Yopi Wijaya.
Turut hadir dalam acara pembukaan itu, Kapusdatin Perpusnas RI, Wiratna Tritawirasta, S.Kom., M.P, sejumlah narasumber diantaranya Praktisi Repositori Dwi Fajar Saputra, S.SOS, MM, Pranata Komputer pada Pusdatin Perpusnas RI Hendry Kurniawan, S.KOM, Pranata Komputer pada Pusdatin Perpusnas Reiza Metsya Putra, ST, Tim Perpusnas, Perwakilan Diskominfo Babel, dan para peserta Koordinasi dan Advokasi.
Ketua Panitia Pelasana, Aristianto Hakim, S.IPI menjelaskan, dalam amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, tugas dan fungsi Perpusnas RI sebagai lembaga pemerintah pusat yang membantu tugas Presiden dalam bidang perpustakaan, memiliki peran mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi dan ilmu pengetahuan dalam berbagai jenis bahan pustaka, serta memberikan pembinaan kepada pengelola perpustakaan.
Salah satu bentuk upaya mengumpulkan dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut adalah dengan mengembangkan jejaring nasional perpustakaan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Program kegiatan ini, kata dia, telah dimulai sejak tahun 2016 dan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, di tahun 2025 ini Pusat Data dan Informasi selaku unit kerja pengemban tugas pengembangan jejaring nasional perpustakaan, melaksanakan kegiatan advokasi dan koordinasi dengan mitra jejaring IOS sebagai ruang interaktif untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada perpustakaan di wilayah-wilayah yang kami pandang potensial untuk dapat bergabung dengan wahana jejaring yang kami namakan portal IOS.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pembimbingan yang bersifat praktikal dengan menghadirkan narasumber dan praktisi repository perpustakaan, utamanya yang terkait dengan tatacara dan kesiapan perpustakaan atau unit kerja terkait agar dapat bergabung dan mendaftarkan aplikasi repositori digital ataupun aplikasi katalog online yang dimilikinya ke portal jejaring IOS.
“Kegiatan koordinasi dan advokasi bagi mitra jejaring IOS tahun 2025 di Bangka Belitung dilaksanakan pada Rabu 4 Juni 2025 di Soll Marina Hotel & Conference Center Bangka ini menggunakan metode hybrid, dengan peserta para pengelola perpustakaan dan pengelola repositori digital dari perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus di wilayah bangka Belitung, perwakilan perpustakaan pembina wilayah kabupaten dan kota,” kata Aristianto.
Untuk luring diikuti 75 peserta, sedangkan secara daring melalui aplikasi Zoom disiapkan kuota sebanyak 500 orang.
IOS merupakan implementasi sinergitas
Kapusdatin Perpusnas RI, Wiratna Tritawirasta, S.Kom., M.P dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PLT Kepala DKPUS Babel diwakili Sekretaris DDKPUS beserta jajaran, serta para pengurus forum dan asosisasi perpustakan, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan ini sejak masa persiapan hingga acara ini terselenggara.
“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, kita semua mengemban tugas yang sama, yaitu meningkatkan literasi masyarakat sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing,” ungkapnya.
Upaya meningkatkan literasi masyarakat dapat dilaksanakan dengan berbagai cara, sesuai dengan trend perkembangan pola hidup masyarakat dan perkembangan teknologi informasi, baik secara langsung ataupun tak langsung.
“Upaya meningkatkan literasi ini juga membutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang saling membutuhkan. Negara kita begitu luas dengan kondisi geografis yang berbeda-beda, dengan kebutuhan pengetahuan masyarakatnya yang beragam dan terus berkembang, sementara disisi lain, sebaran perpustakaan masih belum merata,” jelas Kapusdatin Wiratna.
Faktanya, lanjut dia, tidak ada satupun perpustakaan atau lembaga penyedia bahan bacaan yang mampu memenuhi semua kebutuhan tersebut, termasuk kami di Perpustakaan Nasional.
Jejaring nasional perpustakaan, dijelaskannya lebih lanjut, merupakan jawaban dari permasalahan tersebut. Bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat dalam meningkatkan literasi melalui semangat berbagi informasi dan koleksi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan digital.
“Portal IOS merupakan implementasi sinergitas, kerja sama antarperpustakaan di seluruh tanah air yang dilandasi kesadaran berbagi pakai sumber-sumber bahan bacaan yang dimilikinya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam amanat konsitusi negara kita,” ulas Kapusdatin Perpusnas.
Dari hasil kajian dan penelitian yang dilakukan secara inisiatif oleh para akademisi di berbagai perguruan tinggi, lanjut Kapusdatin Perpusnas Wiratna, membuktikan bahwa portal IOS telah memberikan banyak manfaat bukan hanya dalam hal menemukan informasi sumber-sumber referensi yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan salinan bahan bacaan baik dalam bentuk cetak maupun digital yang sulit ditemukan di wilayah lain.
Dipaparkan lebih rinci, rekapitulasi jumlah perpustakaan di Indonesia yang telah bergabung dalam portal jejaring nasional perpustakaan: Indonesia One search yang dihimpun sejak periode 2016-2024 sebanyak 7.102 perpustakaan masih terbilang minim dibandingkan dengan jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia.
“Data yang kami himpun sampai dengan bulan Juni 2025 adalah: Perpustakaan Umum sebanyak 519 perpustakaan, Perpustakaan Sekolah sebanyak 909 perpustakaan dan Perpustakaan Khusus sebanyak 1.164 perpustakaan. Dibandingkan dengan jenis perpustakaan lainnya, perpustakaan perguruan tinggi memiliki kontribusi paling besar terhadap penambahan jumlah tergabung jejaring, sebanyak 4.507 perpustakaan (63.46 %),” ungkapnya.
Dari data tersebut, terlihat bahwa jumlah perpustakaan tergabung IOS belum mencapai 5% dari total perpustakaan di Indonesia, yaitu 164.576 perpustakaan yang tecatat pada dokumen Rencana Strategis Perpustakaan Nasional 2020-2024, yang bahkan tahun ini telah meningkat menjadi lebih dari 200 ribu perpustakaan.
“Tentunya ini menjadi tantangan kita bersama, bukan hanya tugas Perpusnas RI. Portal ION pada hakikatnya merupakan sarana milik bersama seluruh perpustakaan yang ada di Indonesia dalam rangka pelaksanaan tugas meningkatkan literasi masyarakat,” tambah Kapusdatin.
Penyelenggaraan kegiatan koordinasi dan advokasi dengan mitra jejaring IOS, ditekannya, menjadi salah satu strategi yang dilaksanakan oleh Perpusnas RI untuk terus mensosialisasikan dan memberikan solusi-solusi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan mitra agar dapat bergabung dan mengatasi kendala-kendala yang ditemukan.
“Peran para pembina perpustakaan dan organisasi perpustakaan baik dalam bentuk forum, asiosiasi, maupun dalam bentuk lainnya, tentu saja menjadi penting untuk mensukseskan program nasional ini,” tandasnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan koordinasi dan advokasi ini dengan sebaik-baiknya, memanfaatkan ruang-ruang diskusi yang disediakan untuk berkonsultasi, agar mendapatkan pemahaman yang maksimal baik secara konseptual maupun praktikal sehingga dapat bergabung, mengintegrasikan repositori yang dimilikinya, dan mensosialisasikan kepada pemustakanya.
Dengan demikian, kehadiran portal IOS, masih kata Kapusdatin Perpusnas, dapat memberikan manfaat yang semakin luas baik kepada seluruh lapisan masyarakat maupun keuntungan bagi insititusi peserta sendiri berupa peningkatan jumlah kunjungan dan peningkatan jumlah penerima manfaat dari pelayanan yang diselenggarakan.
Sementara itu, Plt Kepala DKPUS Babel Doni Golput diwakili Sekretaris DKPUS Babel, Yopi Wijaya berpesan kepada para peserta koordinasi dan advokasi untuk menggali lebih dalam informasi dan ilmu dari seluruh narasumber, seperti praktik cara mendaftarkan perpustakaannya di portal IOS.