DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang telah menyelenggarakan Kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca.
Hal itu, disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpusnas RI, Deni Kurniadi dalam sambutannya saat membuka Kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca, dengan tema “Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Kita Tingkatkan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” via Virtual, Rabu (11/11/2020).
Deputi menjelaskan, sebagaimana dalam Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, ditindaklanjuti Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah menyatakan bahwa perpustakaan ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar yang menyediakan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berkenaan dengan perpustakaan ini, dikatakan Deputi Deni Kurniadi, Perpusnas sejak 2018 telah menyelenggarakan kegiatan Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial yang merupakan Program Prioritas Nasional dengan tujuan memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ungul melalui peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia maju.
“Di Babel, pada tahun 2018 ada tiga kabupaten mendapat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yaitu Kabupaten Bangka, Belitung dan Beltim. Pada tahun 2019 meningkat ke program untuk Perpustakaan Desa, di Bangka ada 6 desa, Belitung 6 desa, Belitung Timur 5 desa,” papar Deni.
Sedangkan di tahun 2020 untuk program yang sama, masih kata Deputi, menyasar tiga kabupaten lain, diantaranya Bangka tengah, Bangka Selatan, dan Bangka Barat. “Pada tahun ini, ada penambahan untuk desa berkenan dengan program ini, yakni Belitung 1 desa, Belitung Timur 4 desa, Kabupaten Bangka 4 desa,” ungkapnya.
“Perpustakaan di Kabupaten dan desa tersebut diharapkan bisa berperan serta dalam pengembangan perpustakaan dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Jadi, perpustakaan tidak hanya sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat, tetapi harus dijadikan tempat berkegiatan. Melalui kegiatan tersebut, bisa mensejahterakan keluarga dan masyarakat,” harap Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpusnas RI.
Selain peningkatan teknologi informasi inklusi sosial, advokasi dan sinergi dengan stakeholder terkait, baik dari instansi pemerintah, BUMN, swasta, perguruan tinggi, ditambahkan Deni, diharapkan juga adanya keterlibatan masyarakat mendukung perwujudan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, ada komitmen yang dibangun untuk terus mendukung program ini, dalam situasi knormalan baru, yang mengantisipasi pandemi covid-19,” tutup Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpusnas RI.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca, Dian Ekatama dalam kegiatan yang berangsung di PIA Hotel, Pangkalpinang, Babel, mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta terdiri dari Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Desa, Kabupaten/Kota dan Provinsi; Tim Sinergi Provinsi Babel; Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi; Bappeda Provinsi, Diskominfo Provinsi, PT Timah; PT Angkasa Pura; dan Bank Sumsel Babel.
Tujuan kegiatan, dijelaskan Dian, untuk membangun sinegi dan kerja sama antara perpustakaan, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk menyukseskan program dan menghasilkan masyarakat yang sejahtera melalui literasi.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, meningkatkan kualitas, pengetahuan dan ketrampilan para penerima manfaat dalam menjalankan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Dalam kegiatan ini, dikatakan Dian, menghadirkan Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpusnas RI Deni Kurniadi, Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin dan Runi Alcitra Amalia sebagai narasumber.