PANGKALPINANG, HUMAS DKPUS – Berbagai gerakan kini terus dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Salah satunya melalui Perpustakaan Provinsi (Perpusprov) Babel sedang melakukan persiapan diri untuk bisa naik statusnya ke level akreditasi A.

Plt.Kepala DKPUS Babel, Doni Golput, didampingi Plt. Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Babel, Runi Alcitra Amalia kepada Media ini mengatakan, Perpusprov Babel saat sedang melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi yang akan dilaksanakan tahun depan.

Tujuan dari upaya itu, adalah untuk meningkatkan status akreditasi perpustakaan dari peringkat B menjadi A. Akreditasi perpustakaan, dijelaskan Doni, merupakan proses penilaian untuk mengukur kualitas dan kinerja perpustakaan, serta memastikan bahwa perpustakaan tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.

“Dengan melakukan persiapan yang matang, Perpustakaan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap dapat meraih akreditasi A, yang akan menjadi bukti kualitas dan komitmen perpustakaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya, Rabu (10/7/2025).

Ia berharap persipan-persiapan yang dilakukan oleh DKPUS Babel ini, sekaligus berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah, Perpusprov Babel ke depan mampu mencapai status akreditasi A.

Ditambahkan Plt. Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, Runi, dalam penilaian akreditasi perpustakaan, ada 9 komponen penilaian yang harus dipenuhi, antara lain:

1. Koleksi: kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan, termasuk buku, jurnal, dan sumber daya digital lainnya.

2. Sarana Prasarana: fasilitas dan infrastruktur perpustakaan, termasuk gedung, peralatan, dan teknologi.

3. Pelayanan: Kualitas layanan perpustakaan, termasuk layanan sirkulasi, referensi, dan program-program literasi.

4. Tenaga: Kualitas dan kuantitas tenaga perpustakaan, termasuk pustakawan, staf administrasi, dan tenaga teknis.

5. Penyelenggaraan Perpustakaan: Manajemen dan organisasi perpustakaan, termasuk perencanaan, penganggaran, dan evaluasi.

6. Pengelolaan: Pengelolaan koleksi, pengelolaan anggaran, dan pengelolaan sumber daya manusia.

7. Inovasi.

Untuk itulah, kata Runi, sejak 7 Juli hingga 21 Juli 2025, DKPUS Babel menutup layanan perpustakaan untuk sementara waktu, karena melakukan shelving (penataan koleksi) dan Weeding (penyiangan)  dua kegiatan penting dalam pengelolaan koleksi perpustakaan.

Penataan Koleksi, ulas Runi, adalah proses penataan koleksi perpustakaan di rak-rak buku sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan.

Tujuan shelving adalah untuk:

- Memudahkan pengguna menemukan buku yang mereka cari;

- Menjaga koleksi perpustakaan tetap teratur dan rapi;

- Meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan koleksi.

Sedangkan Penyiangan Koleksi adalah proses penyiangan koleksi perpustakaan yang dinilai tidak relevan, tidak akurat, atau tidak lagi dibutuhkan.

Tujuan weeding adalah untuk:

- Menghilangkan koleksi yang sudah tidak relevan atau tidak akurat;

- Membuat ruang untuk koleksi baru yang lebih relevan dan dibutuhkan;

- Meningkatkan kualitas koleksi perpustakaan dan memudahkan pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan.