PANGKALPINANG – Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Perpusprov Babel) yang berada di Gedung Layanan Perpustakaan (GLP) baru di Kawasan Perkantoran Terpadu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Air Itam, Pangkalpinang, kini semakin dikenal oleh masyarakat.

Bahkan berbagai kalangan, termasuk kelompok siswa tiada henti berdatangan ke GLP yang dibangun dengan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI tersebut.

Seperti menjelang akhir pekan lalu, tepatnya Kamis (12/12/2024), puluhan siswa SDN 17 Jebus, Kabupaten Bangka Barat, turut meluapkan keceriaan mereka usai menyaksikan langsung film cerita rakyat yang diputar di studio mini, lantai III GLP Babel.

Didampingi para guru pendamping, dan pustakawan DKPUS Babel, wajah puluhan anak-anak SDN 17 terlihat sangat Bahagia, karena setelah melepas perjalanan lebih dari 2 jam, akhirnya mereka bisa menikmati cerita rakyat layaknya dalam sebuah bioskop yang menjadi tempat menonton film bagi masyarakat.

Sumarliana, Kepala SDN 17 Jebus disela memimpin kunjungan mengatakan, kedatangan mereka bersama 43 murid kelas 6, dan 10 guru.

“Tujuan kami untuk memperkenalan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Jadi, kami ingin anak-anak melihat langsung ke lapangan. Terma kasih atas sambutannya kepada kami. Anak-anak kami sangat senang dan Bahagia atas pelayanan di sini,” kata Kepala Sekolah.

Dari hasil kunjungan belajar ini, dikatakan Sumarliana, akan dibuat keliping. “SD kami ini termasuk SD baru yang baru meluluskan 3 angkatan. Insya Allah tahun depan akan kami jadwalkan lagi untuk kunjungan Perpusprov Babel,” ucapnya.

P5 sendiri merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yaitu inisiatif Kemendikbudristek yang bertujuan untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar.

Terpisah, Plt. Kepala DKPUS Babel, Yopi Wijaya turut senang, kini Perpusprov terus mendapatkan kunjungan dari para pemustaka.

Bahkan apresiasi lebih disampaikan oleh Plt. Kepala DKPUS Babel terhadap SDN 17 Jebus, dengan menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk bisa berkunjung ke Perpusprov Babel.

Hal itu, menurutnya, patut diacungi jempol, dan harusnya menjadi contoh bagi sekolah lainnya yang ada di Pulau Bangka.