PANGKALPINANG, HUMAS DKPUS – Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 27-28 Mei 2025, menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten.
Salah satu narasumber dalam Bimtek tersebut adalah Yan Megawandi Widya Iswara yang juga mantan Sekda Babel.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Gedung Layanan Perpustakaan (GLP) Provinsi Babel, Selasa (27/5/2025) tersebut, 60 peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal, terdiri dari pegiat literasi, guru, Lembaga adat melayu, taman baca masyarakat, jurnalis, dan elemen masyarakat lainnya itu, sebelum melakukan praktik lapangan, diberikan penjelasan materi satu diantaranya mengenai “tantangan penulisan cerita rakyat”.
Yan menjelaskan, cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.
Biasanya anonim, berisi nilai-nilai kehidupan, kepercayaan, dan budaya lokal. Contohnya, Malin Kundang, Timun Mas, Putri Pinang Gading.
Ciri-ciri cerita rakyat, dipaparkan Yan Megawandi, antara lain: berlatar masa lampau dan tempat tertentu, mengandung unsur magis/supranatural, mengandung pesan moral, sering disampaikan secara lisan.
Lebih lanjut dijelaskan Yan Megawandi, dalam penulisan sebuah cerita rakyat, ada hal yang patut diperhatikan oleh penulis, yakni tantangannya, yakni pertama, minimnya sumber asli yang otentik. Kedua, sulit memverifikasi fakta atau urutan kejadian. Ketiga, penulis sering bingung.
Tantangan keempat, membangun karakter yang kuat dari tokoh yang minim deskripsi. Kelima, menyisipkan nilai moral tanpa menggurui.
Tantangan penulisan cerita rakyat poin keenam, disampaikan Yan Megawandi, adalah keterbatasan bahasa daerah. Banyak istilah lokal yang unik dan sulit diterjemahkan ke bahasa Indonesia atau bahasa lain tanpa kehilangan makna. Ketujuh, kurangnya dukungan dokumentasi dan apresiasi.
Dengan mengetahui beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam penulisan cerita rakyat tersebut, para penulis akan lebih mudah memperpsiapkan dan mengantisipasi hal-hal lain berkenaan dengan penulisan cerita rakyat yang disesuaikan dengan budaya local masing-masing.
Pembekalan materi terkait cerita rakyat oleh mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Babel tersebut, mendapatkan respon dan tanggapan postif dari para peserta Bimtek Kepenulisan.
Bahkan tak sungkan banyak peserta Bimtek yang mengajukan pertanyaan sekaligus meminta kiat-kiat dan langkah awal yang harus dilakukan sebelum menulis cerita rakyat tersebut.
Sebelumnya, saat membukan Bimtek, Plt Kepala DKPUS Babel, Doni Golput mengajak para peserta Bimtek bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya Babel dengan langkah nyata.
“Mari kita jadikan budaya Babel sebagai kebanggaan yang akan terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang. Tidak sekadar bertahan, tetapi juga semakin dikenal dan dihargai, baik di dalam negeri maupun di mata dunia,” ajak Plt Kadis DKPUS Babel.
Melalui Bimtek ini, Plt Kadis mendorong agar para peserta aktif berpartisipasi sehingga nantinya mampu menghasilkan karya-karya tulis yang berkualitas, selalu melakukan eksplorasi dan penggalian sumber-sumber budaya lokal sebagai bahan tulisan.
Dengan demikian, tidak saja meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal Babel.