DKPUSBABEL, PANGKALPINANG - Selesai sudah pelaksanaan Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kompetisi bagi Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor DKPUS Babel, Rabu (30/9/2020) tersebut, berhasil menetapkan
sebanyak lima orang pemenang.
Keysha Amanda Putri Siswi SMAN 1 Kota Pangkalpinang, didaulat sebagai Juara I Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer Tahun 2020 mengusung Judul "Pemanfaatan Pondopo
Alun-alun Taman Merdeka Sebagai Perpustakaan Mini dalam rangka Meningkatkan Semangat Baca Masyarakat Kota Pangkalpinang".
Diikuti Arnanda Putri Siswi SMAN Tempilang, Bangka Barat sebagai Juara II dengan Judul "Revitalisasi Fungsi Perpustakaan Dalam Pembangunan Kapasitas Masyarakat Berbasis
Inklusi Sosial".
Juara III direbut Devinka Lawagita Siswi SMKN 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka mengangkat Judul "Perpustakaan Berbasis Inklusi Mengatasi Ketergantungan Bersosmed
Instan".
Untuk Harapan I diraih Fradesha Syaidina Haziz Siswa SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka mengusung Judul "Mewujudkan Peran dan Fungsi Perpustakaan Abad 21 Melalui
P3KOL". Harapan II jatuh ke tangan Lauren Bestesia Siswi SMKN 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka mengangkat Judul "Perpustakaan Sebagai Pemberdayaan Sosial dan Pendidikan".
Hadiah kepada para Juara berupa Tropi, Sertifikat dan Uang Pembinaan diserahkan langsung Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin disela-sela Apel Sore Pegawai DKPUS
Babel, Rabu (30/9/2020) di Halaman tengah Kantor DKPUS Babel.
Selain kepada para juara I, II, III, harapan I dan II, Kepala DKPUS Babel dalam waktu bersamaan juga memberikan Piagam Penghargaan kepada SMK Bakti Pangkalpinang
sebagai pengirim tulisan ilmiah populer terbanyak.
Turut mendampingi dan menyaksikan penyerahan hadiah pemenang lomba itu, Pejabat Administrator, Pengawas, JFT, Pelaksana, PHL DKPUS, Tim Juri, dan Guru Pendamping
Peserta Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer.
Asyraf mengucapkan terima kasih kepada para siswa yang telah mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Populer tahun 2020, begitu pula dengan guru-guru yang terus memberikan
dorongan kepada siswanya untuk bisa mengikuti lomba.
Pesan Asyraf, jadikan penghargaan yang diterima sebagai motivasi diri untuk terus meningkatkan kemampuan menulis.
"Kepada siswa-siswi jangan takut untuk mengirimkan hasil karya tulis ilmiah ke media massa yang ada di Babel, baik cetak maupun online," pesan Asyraf.
Prestasi yang diraih para siswa, termasuk prestasi menulis seperti yang dilombakan oleh DKPUS Babel, dikatakan Asyraf, tentu akan berimbas positif pada guru dan sekolah asal
siswa bersangkutan.
Pada kesempatan sama, Maulana Inggrid selaku Tim Juri Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer menyebutkan, ada lima poin utama yang menjadi penilaian juri dalam
menentukan sang juara, diantaranya format tulisan, tata bahasa (ejaan), kreativitas penulis (gagasan), sumber informasi (berkaitan dengan integritas penulis), dan menulis di
tempat.
Lomba Diikuti 50 Peserta
Sementara itu, semifinal Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer Tahun 2020 yang digelar Rabu (30/9/2020) mulai Pukul 08.00 Wib hingga Pukul 12.00 Wib diikuti sebanyak 50
siswa-siswi SMA sederajat.
Pelaksanaan Lomba Karya Ilmiah tersebut, dipusatkan di Ruang Pertemuan Kantor DKPUS Babel Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang, dan dibuka Asyraf Suryadin
selaku Kepala DKPUS Babel.
Sama seperti Lomba Menulis Cerpen, guna mencegah penyebaran Covid-19, peserta Lomba Menulis Karya Ilmiah bagi siswa SLTA dibagi dalam dua sesi. Yang pertama dimulai
dari Pukul 08.00 Wib, dan sesi kedua dimulai pada pukul 10.00 Wib.
Asyraf Suryadin dalam pengarahannya mengatakan, pelaksanaan Lomba Menulis Karya Ilmiah ini, tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti harus mengenakan masker, cuci
tangan, dan jaga jarak.
"Beruntunglah 50 siswa-siswi yang bisa mengikuti Lomba Menulis Karya Ilmiah kali ini. Karena jumlah yang mendaftar mencapai angka 78 peserta. 49 peserta yang hadir
langsung dari sekolah-sekolah yang ada di Pulau Bangka, sedangkan 1 peserta dari Belitung. Untuk Belitung, Lomba tetap dilaksanakan dalam waktu bersamaan, akan tetapi
secara virtual," jelas Asyraf.
Selain itu, Asyraf mengatakan, lomba ini, diselenggarakan sebagai salah satu langkah nyata DKPUS Babel mempromosikan Perpustakaan Provinsi Babel ke siswa-siswi dan
masyarakat yang ada di Babel.