DKPUSBABEL, PANGKALPINANG – Sebanyak tiga Pegawai bagian IT Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengikuti pelatihan cara menggunakan Aplikasi Kunang-kunang. Mereka terdiri dari satu orang PIC program dan dua orang staf IT.
Pelatihan yang dikemas melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut, dikatakan Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin, dilaksanakan secara nasional, dan berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom.
“Bimtek secara nasional dibagi menjadi enam kelas, yaitu kelas A,B,C,D,E, dan F. Provinsi Babel tergabung di kelas C dengan jadwal pelaksanaan Bimtek selama 2 hari, yaitu tanggal 14 – 15 Oktober 2020,” ujar Asyraf.
Tujuan diadakan Bimtek, dijelaskan Asyraf, untuk instalasi dan pengenalan aplikasi kunang-kunang. “Aplikasi kunag-kunang adalah sebuah sistem manajemen layanan internet perpustakaan, dimana aplikasi ini, menjadi gerbang layanan internet bagi pemustaka,” jelasnya.
Melalui aplikasi kunang-kunang, dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala DKPUS Babel, perpustakaan bisa mengatur layanan internet di perpustakaan, dimana perpustakaan dapat mengetahui berapa banyak pengguna layanan internet di perpustakaan per hari, Berapa banyak dari mereka yang merupakan anggota perpustakaan.
selanjutnya, apakah kebanyakan perempuan atau laki-laki, berapa rentang usia mereka, berapa durasi pemakaiannya, dan jam berapa saja yang paling ramai digunakan.
“Melalui aplikasi ini, diharap perpustakaan dapat mengontrol penggunaan layanan internet di perpustakaan, dan memiliki data yang akurat tentang penggunaan layanan internet yang selama ini, belum pernah dikelola secara rinci,” ungkap Asyraf.
Apa yang dilakukan tersebut, ditambahkan Kepala DKPUS Babel, guna mendukung Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang ditidaklanjuti oleh Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dimana Perpustakaan ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar untuk menyediakan layanan yang sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat.
Perpustakaan Nasional RI sejak tahun 2018, sambung dia, menyelenggarakan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang merupakan program prioritas nasional dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang Unggul melalui peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia Maju.