DKPUSBABEL, PANGKALPIANG – Lagi, Pegawai di Lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kedatangan tamu “istimewa” saat pelaksanaan Apel Sore, Jumat (27/11/2020) di halaman tengah Kantor DKPUS Babel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang.
Tamu tersebut adalah Ketua Tim Evaluasi Kinerja Kearsipan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Babel, Hamdani.
Dalam Apel Sore itu, Hamdani yang bertugas melakukan evaluasi kinerja kearsipan di DKPUS Babel selama lebih kurang satu minggu kedepan, diminta Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin memberikan pencerahan kepada puluhan Pegawai DKPUS Babel, agar DKPUS Babel ke depan menjadi lebih baik lagi.
Mengawali pesannya, Kepada para Pegawai DKPUS, Ketua Tim Evaluasi Kinerja dari BPKP Perwakilan Babel menyampaikan sebuah cerita, ada setumpuk pasir yang akan digunakan untuk membangun semacam deposit.
“Kita mau membangun deposit. Ada dua orang pekerja yang akan melakukan pemindahan tumpukan pasir itu untuk diaduk bersama semen dengan lokasi yang berbeda. Ketika kita memindahkan tumpukan pasir tersebut ke tempat pengadukan semen, pekerja A akan mengambil dorongan untuk membawa pasir ke tempat pengadukan itu, bolak-balik begitu saja, tanpa perhitungan atau panduan,” kata Hamdani.
Sementara pekerja kedua, menurut Hamdani, dia punya panduan untuk memindahkan tumpukan pasir tersebut ke adukan semen.
Pekerja kedua, membaca panduan, dalam jarak berapa meter, dalam berapa frekuensi dia bolak-balik, sehingga tumpukan pasir itu akan terangkut semua.
“Pekerja A, karena dia tidak punya ukuran, waktu selama 2 jam setelah bekerja dia gunakan untuk duduk-duduk, merokok, baru lanjut dan tidak jelas kapan waktu penyelesaiannya. Apa yang Ia lakukan ini adalah kerja, karena tidak punya standar, tidak punya target, tidak punya metode untuk menyelesaikan pekerjaannya,” jelas Hamdani.
Namun bagi Pekerja yang kedua, dia punya target, punya pedoman, volume dari satu gerobak itu dalam satu jalan berapa banyak. “Misalnya dalam satu kali muat dorongan itu berapa, untuk menghabiskan satu tumpukan itu dia butuh waktu berapa lama. Jadi, dalam waktu misalnya 5 jam dan 40 kali bolak-balik dia sudah bisa memindahkan tumpukan pasir itu kedaam adukan semen,” ulas Hamdani.
“Dengan melaksanakan sebuah pekerjaan yang terukur, terencana atau yang disebut dengan kinerja, kita tidak kehilangan pekerjaan, tidak kehilangan inisiatif, kita punya target, pedoman, dan ukuran waktu,” tegas Hamdani.
Menurut Hamdani, tidak ada istilahnya kearsipan ata perpustakaan itu kurang pekerjaan, kurang waktu, karena semuanya bisa diukur. “Itulah yang namanya kinerja,”
Dijelaskan dia lebih lanjut, ukuran kinerja itu ada tiga, yakni Efektif, Efisien, Ekonomis. “Untuk melakukan itu, harus punya indikator. Kita (DKPUS-red) kecepatan berlarinya berapa, lihat indikatornya. Dengan kita punya indikator, kita bisa bercermin seberapa laju kita berjalan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Mulai sekarang, saran dia, buatlah sebuah perencanaan hingga 30 tahun ke depan. Namun, untuk merencanakan itu, mulailah dari yang kecil dulu, buatlah, dievaluasi atasannya. Misalnya, pagi hari rencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan di hari itu, sore harinya dievaluasi atasan, tercapai atau tidak.
Setelah terbiasa dengan rencana harian, lanjut ke rencana mingguan, ke rencana bulanan dan rencana tahunan. “Kalau kita punya rencana atau gambaran keberhasilan di masa depan, seolah-olah kemajuan itu dekat,” tutup Hamdani.
Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin mengatakan, pencerahan dari tamu ke pegawai DKPUS seperti ini merupakan sebuah tradisi yang digalakkan di DKPUS Babel.
Kebetulan, kata Asyraf, Perwailan BPKP Babel sedang bertugas di DKPUS Babel untuk melakukan evaluasi kinerja kearsipan, beberapa hari ke depan sekaligus dimanfaatkan untuk memotivasi pegawai DKPUS.
“Kita berterima kasih kepada Pak Hamdani, karena bersama tim memberikan informasi agar ke depan kita saling mendukung, sehingga ke depan arsip ini akan lebih baik lagi,” katanya.
Kata Asyraf, dari pengamatannya, saat pencerahan oleh Perwakilan BPKP, Pegawai DKPUS sangat menyimak apa yang disampaikan. “Mudah-mudahan kawan-kawan DKPUS bisa memahami apa yang disampaikan Pak Hamdani, sehingga secara tidak langsung ada perubahan, baik dari sisi cara bekerja maupun dari sisi prilaku, itu harapan kita. Untuk ke depan, kita harus membuat sebuah perencanaan yang lebih baik lagi,” tambah Asyraf.
Sebagai ucapan terima kasih, Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin disaksikan Kabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip DKPUS Babel Padli, memberikan cinderamata berupa sebuah Buku “Sejarah Bangka Belitung Menjadi Provinsi” kepada Ketua Tim Evaluasi Kinerja dari BPKP Perwakilan Babel, Hamdani.