PANGKALPINANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengumumkan pemenang Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Aula Pasir Padi, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/10/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan pentingnya perpustakaan desa dalam meningkatkan literasi dan memperluas akses masyarakat terhadap informasi.
“Lomba Perpustakaan Desa Terbaik merupakan ajang yang bertujuan untuk mendorong pengembangan perpustakaan desa, meningkatkan kreativitas pengelola perpustakaan dalam menghadirkan program-program menarik yang dapat meningkatkan minat baca warga desa,” ujar Gubernur.
Ia juga mendorong DKPUS agar semakin inovatif dalam menyelenggarakan lomba dan kegiatan literasi sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta mengembangkan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menekankan bahwa perpustakaan desa bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan pusat pembelajaran, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Perpustakaan desa terbaik bukan yang koleksi bukunya paling banyak, tetapi yang paling banyak mengubah hidup warganya,” tegasnya.
Kepala DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Drs. Agus Suryadi, M.Si., dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa lomba berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dari kalangan pustakawan melalui kunjungan langsung ke tujuh perpustakaan peserta dari kabupaten/kota se-Bangka Belitung.
Berdasarkan hasil penilaian, berikut pemenang Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2026:
1. Peringkat I: Perpustakaan Pelita Ilmu Rembuding, Desa Buding, Kabupaten Belitung Timur, dengan nilai 912,6.
2. Peringkat II: Perpustakaan Cahaya Ilmu, Desa Ketap, Kabupaten Bangka Barat, dengan nilai 808.
3. Peringkat III: Perpustakaan Ceria, Desa Tiram, Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai 799,6.
4. Harapan I: Perpustakaan Desa Bukit 7, Desa Sempan, Kabupaten Bangka, dengan nilai 736,6.
5. Harapan II: Perpustakaan Mawar Putih, Desa Simpang Rusa, Kabupaten Belitung, dengan nilai 702,6.
6. Harapan III: Perpustakaan Desa Betuah, Desa Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah, dengan nilai 576,6.
Selain memperoleh penghargaan, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan dengan rincian sebagai berikut:
* Peringkat I: Rp10.000.000
* Peringkat II: Rp8.000.000
* Peringkat III: Rp6.000.000
* Harapan I: Rp4.000.000
* Harapan II: Rp3.000.000
* Harapan III: Rp2.000.000
Sementara itu, Perpustakaan Cion, Kelurahan Pasir Putih, Kota Pangkalpinang, turut menerima apresiasi atas partisipasinya dalam lomba tersebut.
Pada kesempatan yang sama, turut menjadi perhatian dukungan terhadap penguatan literasi dan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan penghargaan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, atas dukungan terhadap pengutamaan penggunaan bahasa negara di daerah.
Penghargaan juga diberikan kepada Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, atas dukungan terhadap pembinaan dan pemasyarakatan gerakan literasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berdasarkan dokumen penghargaan, kedua penghargaan tersebut bertanggal 1 Oktober 2026 dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti, S.S., M.Hum. Penghargaan ini mencerminkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperkuat budaya literasi dan pengutamaan bahasa Indonesia di tengah masyarakat.
Kegiatan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026 didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2026.
Melalui kegiatan ini, DKPUS Babel berharap perpustakaan desa semakin inovatif, mampu mengembangkan program sesuai kebutuhan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan budaya baca dan kualitas hidup warga.