Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

THE OPERATION OF MOBILE LIBRARY OF ARCHIVES AND LIBRARY AGENCY OF BANGKA BELITUNG PROVINCE AT STATE ELEMENTARY SCHOOL  1 KELAPA, WEST BANGKA REGENCY
17 Feb 2020

THE OPERATION OF MOBILE LIBRARY OF ARCHIVES AND LIBRARY AGENCY OF BANGKA BELITUNG PROVINCE AT STATE ELEMENTARY SCHOOL 1 KELAPA, WEST BANGKA REGENCY

Mobile library service is one of the services which regularly organized by the Provincial Library of Bangka Belitung Province. This service aims to overcome the information gap for local communities and a way to make them closer with the library. Besides that, the Agency of Archives and Library as the local government tries to give information services to society and all at once to achieve its mission: fostering and developing a culture of reading. On Tuesday, January 20, 2020, the target of mobile library service is visiting the State Vocational School 1 Simpang Katis, Terak, Central Bangka Regency. Some procedures are required before doing the mobile library service: selected the duty officers (a librarian from The Agency of Archive And Library), prepared the letters of duty signed by the head of the agency, and visited the target of mobile library service.  At this trip, the total of the visitors are 200 students who are coming from level 1 to level 6. They are very enthusiastic with this activity since they have never been visited by the local library or the provincial library. The student’s favorite collections are various. For fiction books, they like to read comic and story book. For non-fiction books, they like to read science, agriculture, plantation and craft. Hopefully, this mobile library service can ease society in obtaining information, a way to spread the information service until the remote areas, building a good cooperation between social, education and local government to improve the intellectual and cultural society.

Anggya Dwie Permatasari (Translated by Maria Ulfah) Baca Selengkapnya
THE OPERATION OF MOBILE LIBRARY AT STATE ELEMENTARY  SCHOOL 1 SUNGAI SELAN, CENTRAL BANGKA REGENCY
3 Feb 2020

THE OPERATION OF MOBILE LIBRARY AT STATE ELEMENTARY SCHOOL 1 SUNGAI SELAN, CENTRAL BANGKA REGENCY

From day to day, the Provincial Library of Bangka Belitung Province continues to make various innovations to raise reading interest and literacy culture for the people of Bangka Belitung. Starting from March 1, 2020, the service is open for public every day. The Agency Of Archive and Library of Bangka Belitung province has a program called a mobile library. This program is visiting schools in the area of Bangka Island. On February 11, 2020, a mobile library and team are visiting State Elementary School 1 Sungai Selan, Central Bangka Regency. Their visiting are warmly welcoming by the teachers and students. At this trip, there are 176 visitors who are very enthusiastic about the arrival of the mobile library service. Hopefully, this service can provide a new atmosphere around schools area and stimulate the school party to always make their library better.  Generally, this service can ease the people of Bangka Belitung in utilizing the function of the library.

Dian Ekatama (Translated by Maria Ulfah) Baca Selengkapnya
Kehadiran Pojok Baca Untuk  Peningkatan Minat Baca Siswa
14 Jan 2020

Kehadiran Pojok Baca Untuk Peningkatan Minat Baca Siswa

Sekolah bisa menjadi wahana pengembangan minat baca peserta didik. Tentu untuk meningkatkan minat baca anak kita perlu juga menyediakan sarana dan prasarana untuk membaca agar siswa betah dan tertarik untuk membaca, sebagai seorang guru kita perlu menumbuhkan  kegemaran membaca pada anak didik sejak dini. Di sekolah, kepala sekolah, guru, bahkan seluruh personel sekolah hendaknya turut berpartisipasi aktif dalam membina untuk tumbuh dan berkembangnya minat baca siswa. Hal ini antara lain melalui peningkatan fungsi  pojok baca yang dapat menyediakan berbagai perangkat dan bahan untuk keperluan aktivitas membaca dan belajar siswa agar membuat siswa merasa nyaman saat membaca. Adapun manfaat dari pojok baca di setiap kelas memiliki manfaat antara lain: Dapat merangsang siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik. Mendekatkan buku pada siswa sehingga siswa lebih tertarik membaca. Membantu Perpustakaan Sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca, di saat buku yang ingin dibaca siswa tidak tersedia di Perpustakaan Sekolah. Dapat dikaitkan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran oleh guru. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat dalam mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, terampil,  kreatif, dan mandiri. Untuk itu, salah satu upaya perpustakaan dalam mewujudkan bangsa yang berbudaya baca, maka perpustakaan melakukan pembinaan minat baca. Pembinaan minat baca merupakan langkah awal sekaligus cara efektif untuk menumbuhkan minat baca kepada anak karena dimasa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan yang nantinya kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa. Dengan kata lain, apabila sejak kecil anak terbiasa membaca, maka kebiasaan membaca akan terbawa hingga dewasa. Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Hal ini tidak lain karena membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Anak yang memiliki pengetahuan dan wawasan tentunya akan lebih berhasil dalam setiap tahap kehidupannya misalnya dalam pendidikan maupun cara pandang. Keluarga menjadi faktor dominan dalam pembentukan karakter serta kebiasaan anak karena keluarga menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan suatu kebiasaan membaca, maka secara tidak langsung seluruh anggota keluarga tersebut menjadi gemar membaca. Dengan kata lain, keluarga dapat dijadikan sebagai sarana pembinaan minat baca pada anak. Dari kebiasaan membaca ditingkat keluarga inilah, kemudian berkembang menjadi budaya membaca. Orang tua perlu menumbuhkan minat baca anak dengan menyediakan buku dan bahan bacaan lainya yang dapat membuat minat anak untuk membaca. Selanjutnya orang tua harus memberikan tauladan untuk membaca. Dengan begitu anak dapat meniru perilaku orang tuanya yang dianggap sebagai figur. Langkah-langkah berikut dapat menjadi acuan menciptakan Pojok Baca di setiap kelas. Baik  di jenjang SD maupun jenjang di atasnya. Guru membuat konsep Pojok Baca kemudian mulai menyiapkan segala perlengkapannya. Mulai fasilitas baca, hiasan, pagar pembatas hingga penyediaan buku-buku. Pagar atau pembatas area Pojok Baca bisa menggunakan tali plastik yang dibalut dengan kertas hias. Kaitkan pada tiang kokoh (bisa menggunakan paralon dan pot yang disemen) yang ditempatkan membentuk area baca. Hiaslah dinding dengan desain artistik, bisa ditempel kertas origami yang sudah dibentuk dengan berbagai desain, membuat pohon literasi, kalimat-kalimat motivasi pendidikan dan sebagainya Bila diberi kursi justru tampak sempit, gunakan meja baca lesehan. Tempatkan rak buku secara artistik dengan buku-buku atau bahan bacaan lain yang telah disiapkan sebelumnya. Buatlah jadwal piket untuk menjaga kebersihan Pojok Baca. Agar Pojok Baca selalu dikunjungi dan dimanfaatkan siswa, maka harus dibuat semenarik mungkin. Guru juga harus kreatif dan bisa membimbing siswa untuk meningkatkan minta baca siswa menjadi meningkat dari yang biasanya malas untuk membaca dengan adanya pojok baca ini menjadi semngat dalam membaca.   DAFTAR PUSTAKA Ahmad Syaiful Bahri. Pojok Baca: Solusi Alternatif Tingkatkan Budaya Baca di Sekolah. http://www.suarakuningan.com/2016/01/pojok-baca-solusi alternatif tingkatkan.html

Runi Alcitra Amalia Baca Selengkapnya
 CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM  PRIORITAS NASIONAL TRANSFORMASI LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2020
13 Jan 2020

CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM PRIORITAS NASIONAL TRANSFORMASI LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2020

Sebagaimana diatur dalam Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang ditindaklanjuti oleh Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Organisasi Perangkat Daerah yang menyatakan bahwa Perpustakaan ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar untuk menyediakan Layanan yang sesuai dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Kebutuhan Masyarakat. Perpustakaan Nasional Ri menyelenggarakan Kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang merupakan bagian dari program prioritas Nasional dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul untuk peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia maju. Sejak tahun 2018 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan program untuk 3 ( tiga) kabupaten dan 17 desa yaitu Kabupaten Bangka (6 desa), Kabupaten Belitung (6 desa), dan Kabupaten Belitung TImur (5 desa) . Sedangkan pada tahun 2020 mendapatkan bantuan untuk 3 kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Barat. Serta 9 desa di tahun 2020 terdiri dari 1 desa di Kab. Belitung, 4 desa di Kabupaten Belitung TImur dan 4 desa di Kabupaten Bangka. Kabupaten dan desa tersebut diharapkan bisa berperan serta dalam pengembangan perpustakaan dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Selain peningkatan teknologi infomrasi dan komunikasi, advokasi dan sinergi dengan berbagai stakeholder terkait baik dari Instansi Pemerintah, Swasta, DUMN, komunitas LIterasi, perguruan tinggi dan masyarakat, juga adanya keterlibatan masyarakat untuk mendukung proragm transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan tidak anya dijadikan tempat pembelajaran sepanjang hayat tetapi juga dijadikan tempat berkegiatan dan melalui kegiatan tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   A. Profil singkat Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 1. Nama Lembaga                  : Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2. Alamat                                : Jl. Jend. Sudirman No. 3 Pangkal Pinang 3. SK Lembaga                       : - Perda No.18 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Pergub No. 58 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung                                                 4. Jumlah Tenaga Perpustakaan Provinsi      : - 33 orang terdiri dari 13 orang Fungsional Pustakawan, 13 orang        Struktural  dan 7 orang Pegawai Tidak Tetap 5. Jumlah Pustakawan yang bersertifikasi        : 1 orang 6. Jumlah Koleksi Seluruhnya                           :  15.475 Judul/24.662 Eksemplar 7. Jumlah Pemustaka                                        :   Tabel Pengunjung Perpustakaan Januari s.d. Desember 2019 Kelompok BULAN Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Pelajar 25 3 22 4 4 12 12 9 5 20 6 10 Mahasiswa 277 285 396 218 92 86 124 116 126 199 89 67 Umum 60 42 64 28 46 41 102 111 80 66 42 52 Jumlah 362 330 482 250 142 139 238 236 211 285 137 129   B. Bantuan yang diperoleh 1. Bantuan Fisik No Jenis Bantuan Sumber bantuan (APBN/APBD) Kondisi saat diterima Kondisi sekarang Keterangan/alasan kebermanfaatannya 1 4 unit komputer APBN BAIK BAIK Sebagai Komputer pemustaka 2 1 server APBN BAIK BAIK Sebagai Komputer pemustaka 3 Buku  (600 jdl/1200 Eks) APBN BAIK BAIK Untuk penambahan koleksi perpustakaan dst           (sertakan juga jika ada pengembangan bantuan fisik yang dibiayai dari APBD)   2. Bantuan Non Fisik No Jenis Bantuan Sumber Dana (APBN/D) 1 Sosialisasi Program Revitalisasi Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi Sosial di Jakarta APBN 2 Bimtek Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK Program Transformasi Perpustakaan Berbasis lnklusi Sosial di Pangkal Pinang   APBN 3 Lokakarya Master Trainer   APBN 4 Sinergi Stake Holder Bidang Perpustakaan di Jakarta APBN 5 Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial APBN 4 Bimtek Peningkatan Fasilitator APBN 5 Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Jakarta APBN 6 Replikasi Fasilitator Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Jakarta APBN 7 Bimtek SPP dan TIK di Belitung APBN 8 Stake Holder Meeting Provinsi di Pangkal Pinang APBN 9 Peer Learning Meeting  Provinsi di Pangkal Pinang APBN 10 Penguatan Fasilitator di Jakarta APBN 11 Stake Holder Meeting di Jakarta APBN 12 Peer Learning Meeting Nasional di Surabaya APBN   C. Capaian Program Kinerja Perpustakaan Provinsi sebagai perpustakaan Pembina yang ada di daerah, sangat berperan aktif dalam pengembangan program Transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dengan dibentuknya Tim Sinergi Provinsi berdasarkan SK Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 188.4/1072/DKPUS/2019 (terlampir), Tim Sinergi Provinsi terdiri dari 9 orang yang berasal dari beberapa instansi terkait antara lain; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi), DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi ), Perguruan Tinggi (STKIP Muhammadiyah Pangkal Pinang Bangka Belitung dan Komunitas Literasi. Tim Sinergi Provinsi berada di bawah koordinasi Dinas  Perpustakaan Provinsi sebagai leading sector bidang perpustakaan. Namun semangat dari pembentukan Tim Sinergi adalah membangun sinergi dengan mitra lainnya, dimana keberhasilan capaian Tim Sinergi Provinsi merupakan tanggung jawab bersama. Ada beberapa hal yang menjadi peran utama dari Tim Sinergi, yaitu Mendorong kebijakan yang terkait dengan keberlanjutan ProgramTransformasi Perpustakaan di tingkat kabupaten dan desa, terutama yang terkait dengan  penganggaran, alokasi sumber daya manusia, kegiatan pelibatan masyarakat, dan infrastuktur. Membangun     jejaring dengan berbagai sektor yang berkomitmen terhadap revitalisasi Perpustakaan yang berkelanjutan di tingkat kabupaten dan desa. Jejaring perlu dibangun dengan pihak sektor swasta, masyarakat sipil, organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, media, organisasi profesi/forum seperti GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca), IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia), yang dapat mendukung kebutuhan program di kabupaten dan desa Mendorong dan memfasilitasi perluasan program ke kabupaten/kota lain   Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Perpustakaan Provinsi dan Tim SInergi Provinsi seperti menjadi fasilitator program di tingkat Kabupaten dan Desa, melakukan pendampingan, mentoring dan monitoring pelaksanaan Program Transformasi di Kabupaten dan Desa penerima manfaat program, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang ada di tingkat Kabupaten dan desa agar berjalan baik, memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan di masyarakat, dan melakukan advokasi ke Dinas Terkait seperti DPMD Provinsi dan Bappeda Provinsi.   Beberapa kegiatan perencanaan yang akan dilakukan oleh Perpustakaan Provinsi dan Tim Sinergi Provinsi untuk Tahun 2020- 2021, yaitu: Melakukan Advokasi dan kerjasama ke Perguruan Tinggi STKIP Muhammdiyah Pangkalpinang Bangka Belitung dan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama (PKS), seperti kerjasama mengadakan kegiatan sosialisasi pembentukan Pojok Baca di warung- warung Kopi dan tempat- tempat Usaha yang melibatkan UMKM yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kerjasama dengan perguruan Tinggi dalam rangka memberikan sosialisasi mengenai program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk pelaksanaan KKN mahasiswa di desa sehingga diharapkan akan ada replikasi desa untuk program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Membuat kebijakan- kebijakan atau regulasi terkait program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial seperti Keputusan Gubernur, Perda, Pergub. Melakukan Pendampingan, mentoring dan monitoring Pelaksanaan Program yang ada di Kabupaten dan Desa Melakukan advokasi ke pihak BUMN dan Swasta terkait Pengembangan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Melakukan kegiatan pelibatan masyarakat di Perpustakaan Provinsi Melakukan perencanaan anggaran Daerah untuk program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial Berkomitmen untuk terus melaksanakan dan mengembangkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis inklusi sosial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung   D. Kerja Sama Kerjasama yang sudah dan akan dilakukan yaitu: Kerjasama dengan DPMD Provinsi, Bappeda Provinsi, DISKOMINFO terkait Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Kerjasama antara Tim Sinergi Provinsi, Perpustakan Provinsi dengan Perguruan Tinggi yaitu STKIP Muhammadiyah Pangkal Pinang Bangka Belitung dalam bentuk pelaksanaan program kerja pengembangan Transformasi Perpustakaan. Kerjasama antara perpustakaan provinsi, perguruan Tinggi dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang tersebar di wilayah Bangka Belitung dalam bentuk kegiatan Pelibatan Masyarakat Kerjasama antara Perpustakaan Provinsi dengan Komunitas Literasi yang ada di Bangka Belitung dalam hal berbagai kegiatan pelibatan masyarakat.     E. Anggaran Belum ada anggaran khusus untuk Program Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, masih dalam tahap perencanaan, untuk kegiatan pembinaan, mentoring dan monitoring menggunakan anggaran rutin.   F. Permasalahan Belum ada alokasi Anggaran khusus untuk Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial   G. Rekomendasi sebagai Langkah percepatan Membentuk regulasi daerah di tingkat Provinsi terkait Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial agar adanya payung hukum untuk pelaksanaan dan pengembangan program dari tingkat provinsi sampai ke tingkat Kabupaten dan desa. Mendapatkan dukungan dari instansi terkait seperti DPMD, Bappeda, Diskominfo, BUMN, Perusahaan Swasta dan Komunitas Literasi melalui kerjasama di berbagai hal untuk pengembangan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.  

Runi Alcitra Amalia Baca Selengkapnya
ASYIKNYA BERWISATA SAMBIL MEMBACA
10 Des 2019

ASYIKNYA BERWISATA SAMBIL MEMBACA

Keindahan alam wisata Pulau Bangka Belitung memang sudah tidak diragukan lagi.  Salah satunya Pantai Tongaci yang berada di Pulau Bangka. Pantai Tongaci berlokasi di jl. Kampung Pasir Sungailiat Bangka. Pantai Tongaci dibuka untuk umum sejak Januari 2015 dan diresmikan pada tanggal 08 September 2016 oleh Mentri Pariwisata yaitu Arief Yahya dalam sebuah event bertajuk “Bangka Culture Wave 2016”. Pantai Tongaci ini terbilang cukup unik dan menarik untuk dikunjungi, karena banyak hal kreatif yang didapat oleh pengunjung. Di Pantai ini ada penangkaran penyu, yang terdapat ratusan tukik jenis Penyu Hijau dan Penyu Sisik beragam ukuran yang dibesarkan di beberapa kolam tepi pantai. Sebuah kolam besar berisi puluhan penyu dewasa yang menjadi objek menarik dan edukatif bagi anak-anak. Terdapat juga kafe plus musik, kompleks patung tentara China yang diberi nama Terracotta Army dan juga Galery Museum. Museum ini berisi koleksi barang-barang antik, mulai dari keramik, alat musik, elektronik, peralatan perang dan juga kendaraannya. Barang-barang tersebut tidak bisa disentuh dan juga tidak boleh difoto. Selain Galery Museum di pantai ini ada yang lebih menarik lagi, yaitu Library Garuda atau Perpustakaan Garuda. Perpustakaan ini menyimpan berbagai koleksi judul buku. Buku-buku tersebut disusun  rapi di dalam rak buku yang bentuknya sangat unik dan menarik pengunjung. Buku-buku ini berasal dari berbagai daerah, ada yang dari dalam negeri dan ada juga dari luar negeri. Buku yang disediakan ada yang menggunakan Bahasa Indonesia dan ada juga Bahasa Asing. Koleksi buku yang ada di Perpustakaan Garuda merupakan koleksi dari owner. Setiap bulan jumlah koleksi buku di Perpustakaan Garuda selalu bertambah. Gedung Perpustakaan Garuda terdiri dari 2 (dua) lantai. Lantai yang pertama menyimpan ribuan judul buku yang tersusun rapi di dalam rak. Buku-buku tersebut disusun sesuai dengan bidang dan keilmuannya masing-masing. Tujuannya agar mempermudah pengunjung yang ingin membaca buku tersebut. Sedangkan di lantai 2 (dua) tersedia lukisan dan koleksi foto tempo dulu, sebagai salah satu peninggalan sejarah yang dapat dinikmati secara visual oleh pengunjung. Di perpustakaan ini juga disediakan, kursi dan meja untuk pengunjung yang ingin membaca. Namun sayangnya buku-buku yang ada di Perpustakaan Garuda ini tidak bisa dipinjam untuk dibawa pulang, tetapi hanya bisa dipinjam untuk baca ditempat. Dengan adanya perpustakaan di Pantai Tongaci ini, diharapkan dapat menjadi nilai tambah wisata dan dapat memberikan hiburan rekreasi bagi masyarakat. Selain itu masyarakat bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Bagi siswa, mahasiswa dan peneliti perpustakaan ini bisa menjadi referensi untuk mencari buku atau informasi yang dibutuhkan. Perpustakaan Garuda yang ada di pantai Tongaci ini bisa menjadi contoh atau inspirasi bagi tempat rekreasi lainnya, agar bisa menyediakan perpustakaan mini atau pojok baca. Membaca buku tidak hanya di dalam ruangan, di perpustakaan ataupun di dalam kamar. Tetapi membaca juga bisa di tempat ruangan terbuka seperti di taman, pantai maupun tempat rekreasi lainnya.

INPASSING PUSTAKAWAN JANGAN HANYA DIJADIKAN KESEMPATAN MEMPERPANJANG USIA PENSIUN
2 Des 2019

INPASSING PUSTAKAWAN JANGAN HANYA DIJADIKAN KESEMPATAN MEMPERPANJANG USIA PENSIUN

Wacana Pemerintah untuk memangkas jabatan Eselon III dan IV akan dilakukan pada awal tahun 2020, hal ini dilakukan karena masuk dalam program prioritas Kabinet Indonesia Maju yaitu reformasi birokrasi. Salah satu cara pemerintah memangkas jabatan Eselon III dan IV adalah dengan mengalihkan jabatan Eselon III dan IV menjadi pejabat fungsional. Jabatan fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu (Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI Nomor 42 Tahun 2018, pasal 1 ayat 2). Bagi Eselon III dan IV atau PNS yang akan beralih ke jabatan fungsional maka harus melakukan penyesuaian/ inpassing. Penyesuaian/ inpassing adalah proses pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam jangka waktu tertentu (Peraturan Perpustakaan Nasional RI No. 3 Tahun 2019, pasal 1 ayat 13). Terdapat beberapa kategori jabatan fungsional, salah satunya adalah jabatan fungsional pustakawan. Jabatan Fungsional (JFT) Pustakawan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan pada Instansi Pusat dan Instansi Daerah (Peraturan Perpustakaan Nasional RI No. 3 Tahun 2019, pasal 1 ayat 2). Kepustakawanan adalah kegiatan ilmiah dan professional yang meliputi pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan pengembangan sistem kepustakawanan (Peraturan Perpustakaan Nasional RI No. 3 Tahun 2019, pasal 1 ayat 2). Beberapa point penting yang harus diperhatikan bagi PNS apabila ingin beralih menjadi JFT Pustakawan antara lain: Berijazah paling rendah Diploma dua (D2) semua bidang ilmu; Pangkat, golongan paling rendah Pengatur Muda Tk. I, Gol. II/b; Memiliki pengalaman melaksanakan tugas kepustakawanan pada unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi secara akumulatif paling singkat 2 (dua) tahun, (tercantum dalam Peraturan Perpustakaan Nasional No. 3 Tahun 2019); Nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat/ sedang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, (tercantum dalam Peraturan Perpustakaan Nasional No. 3 Tahun 2019); Lulus uji kompetensi melalui: - Uji tertulis - Portofolio dan wawancara (bagi fungsional yang dibebaskan sementara); Usia paling tinggi 56 tahun (pada saat pengangkatan dalam jabatan Fungsional Pustakawan Ahli Pertama dan Pustakawan Ahli Muda); Usia paling tinggi 58 tahun (pada saat pengangkatan dalam jabatan Fungsional Pustakawan Ahli Madya); Berdasarkan ke-8 point diatas terdapat 2 (dua) point yang sering tidak ditaati oleh PNS yang akan melakukan inpassing JFT Pustakawan, yaitu memiliki pengalaman melaksanakan tugas kepustakawanan pada unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi secara akumulatif paling singkat 2 (dua) tahun dan usia paling tinggi 56 tahun (pada saat pengangkatan dalam jabatan Fungsional Pustakawan Ahli Pertama dan Pustakawan Ahli Muda). Tetapi pada kenyataannya PNS yang belum memiliki pengalaman 2 (dua) tahun dan usia yang sudah lebih dari 56 tahun masih bisa mengikuti inpassing JFT Pustakawan. Inpassing JFT Pustakawan banyak dimanfaatkan oleh PNS yang sudah memasuki usia pensiun sebagai “Batu Loncatan”, agar usia pensiun bisa di perpanjang dari usia 58 tahun atau 60 tahun menjadi 65 tahun. Di usia yang sudah memasuki usia pensiun PNS tidak akan efektif lagi untuk bekerja dan mempelajari tentang ilmu perpustakaan dari awal. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kualitas dan citra JFT Pustakawan. Inpassing JFT Pustakawan merupakan perlakuan tidak adil dan tidak fair bagi pustakawan atau pengelola perpustakaan yang basicnya ilmu perpustakaan dan memulai karir dari awal sebagai JFT Pustakawan. Diharapkan kepada pemerintah jangan hanya memikirkan tentang pemenuhan kebutuhan JFT Pustakawan saja, tetapi PROFESIONALISME JFT Pustakawan yang lebih diutamakan. Bagi PNS yang mengikuti inpassing JFT Pustakawan, diharapkan benar-benar profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai JFT Pustakawan. Inpassing JFT Pustakawan jangan hanya dijadikan kesempatan memperpanjang usia pensiun dan tergiur akan tunjangan JFT Pustakawan.   DAFTAR PUSTAKA   Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI Nomor 42 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyesuaian/ Inpassing; Peraturan Perpustakaan Nasional RI No. 3 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Fungsional Pustakawan Melalui Penyesuaian/ Inpassing;

MANFAATKAN SUDUT BACA  UNTUK MENARIK MINAT BACA ANAK
28 Nov 2019

MANFAATKAN SUDUT BACA UNTUK MENARIK MINAT BACA ANAK

Baca, baca dan bacalah…jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan kepada anak-anak kita. Dengan membaca maka banyak tahu, banyak tahu maka banyak informasi dan ilmu yang kita dapat, baik itu membaca surat kabar, majalah maupun buku. Minat baca selama ini menjadi masalah besar bagi dunia pendidikan terutama anak-anak di sekolah. Menumbuhkan minat baca anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin, saat anak-anak belum bisa membaca susunan huruf dalam buku. Sejak usia dini kenalkan anak dengan buku dan Al-Quran (bagi yang muslim), jangan dengan handphone (HP). Salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca anak dimulai dari rumah. Menghadirkan sudut baca/ pojok baca/ perpustakaan mini di rumah adalah salah satu cara  yang dapat menumbukan minat baca anak. Anak-anak memang tidak langsung membaca, tetapi dengan adanya sudut baca dengan konsep yang unik akan menarik minat anak untuk berlama-lama, bahkan mulai tertarik untuk memilih, melihat buku-buku yang telah ditata dan disusun dengan rapi sedemikian rupa. Ada beberapa cara dan tips membuat sudut baca di rumah yaitu: Membuat sudut baca di rumah tidak perlu luas, pilih saja salah satu sudut yang ada di rumah, dan kreasikan sudut baca tersebut sebagus mungkin; Dengan menambahkan rak buku atau papan yang disematkan diantara sudut; Buatkan sedikit gambar dan berikan cat berbagai warna, maka jadilah sebuah sudut baca yang sederhana tetapi menarik, terutama untuk anak-anak; Selain desain rak dan pemilihan warna, sudut baca juga akan semakin nyaman jika ditambah karpet dan kursi favorit anak; Penerangan dari lampu atau cahaya dari luar yang cukup selalu dipastikan di sudut baca tersebut. Jangan sampai mata anak-anak menjadi minus akibat membaca di sudut baca yang redup. Jadi selalu dipastikan penerangan di sudut baca tersebut harus maksimal. Dengan begitu anak-anak akan merasa nyaman sambil membaca; Rak mainan anak juga, bisa ditempatkan di samping rak buku yang ada di sudut baca tersebut. Sehingga jika anak-anak mulai bosan membaca, mereka juga bisa mengambil mainan dan belajar untuk membereskan mainan dan buku ke rak yang sudah disediakan; Susunlah buku dan majalah sedemikian rupa yang bisa menarik perhatian anak untuk membaca buku dan majalah tersebut. Keberadaan sudut baca di rumah merupakan salah satu bagian yang penting dalam hal menumbuhkan minat baca anak. Selain itu sudut baca juga bisa dimanfaatkan untuk mendongeng dan menjadi tempat anak untuk mempelajari banyak hal mulai dari menggambar, mewarnai dan aktivitas yang semakin merangsang kreativitas anak. Dengan memanfaatkan sudut baca yang ada di rumah,  diharapkan anak-anak makin tertarik dengan buku. Membaca bisa menjadi aktivitas yang menarik untuk mengisi waktu luang. Membaca selain dapat menambah pengetahuan, wawasan, membaca juga dapat menyegarkan pikiran dan memberikan rasa tenang. Kegemaran membaca pada anak-anak tidak akan tumbuh jika tidak distimulasi sejak usia dini. Menumbuhkan minat baca anak dimulai sejak usia dini dan dimulai dari rumah dan lingkungan keluarga.

THE IMPLEMENTATION OF MOBILE LIBRARY SERVICE   IN THE AGENCY OF ARCHIVE AND LIBRARY OF BANGKA BELITUNG PROVINCE AT SDN 10 SUNGAILIAT, BANGKA REGENCY
27 Nov 2019

THE IMPLEMENTATION OF MOBILE LIBRARY SERVICE IN THE AGENCY OF ARCHIVE AND LIBRARY OF BANGKA BELITUNG PROVINCE AT SDN 10 SUNGAILIAT, BANGKA REGENCY

Mobile library service which organized regularly by provincial library of Bangka Belitung province is one of service to overcome the information gap of local communities and made them closer with library. Through this activity, the Agency of Archives and Library as the local government is trying to achieve its mission: fostering and developing a culture of reading by providing information services proactively. The target of mobile library service on Monday, October 21, 2019, is visiting SDN 10 Sungailiat, Bangka regency.  But before that, some procedures are required:  selected the duty officer (a librarian from the Agency of Archive and Library), prepared the letter of duty signed by the head of the Agency and visited the target of mobile library service.    When visiting SDN 10 Sungailiat, the visitors are 131 students from the total of 491 students. It means only 26% from the total of the students as only 3rd and 4th level students who are available to join this service. Their favorite collections are various, including fiction and non-fiction books. More and less, they can read 2 books per student. This mobile library service is expected can help society in obtaining information, spreading information and reading services until the remote areas, building a good cooperation among social, educational and local government institutions to improve the intellectual and cultural society.

Cahya Tri Wulan, Translated by: Maria Ulfah Baca Selengkapnya
THE IMPLEMENTATION OF MOBILE LIBRARY SERVICE  IN THE AGENCY OF ARCHIVE AND LIBRARY OF BANGKA BELITUNG PROVINCE  AT SMPN 1 PANGKALANBARU, CENTRAL BANGKA REGENCY
27 Nov 2019

THE IMPLEMENTATION OF MOBILE LIBRARY SERVICE IN THE AGENCY OF ARCHIVE AND LIBRARY OF BANGKA BELITUNG PROVINCE AT SMPN 1 PANGKALANBARU, CENTRAL BANGKA REGENCY

Mobile library service which organized regularly by provincial library of Bangka Belitung province is one of service to overcome the information gap of local communities and made them closer with library. Through this activity, the Agency of Archives and Library as the local government is trying to achieve its mission: fostering and developing a culture of reading by providing information services proactively. The target of mobile library service on Monday, October 28, 2019, is visiting SMPN 1 Pangkalanbaru, Central Bangka regency.  But before that, some procedures are required:  selected the duty officer (a librarian from the Agency of Archive and Library), prepared the letter of duty signed by the head of the Agency and visited the target of mobile library service.    When visiting SMPN 1 Pangkalanbaru, the visitors are 107students from the total of 714 students. It means only 14% from the total of the students as the service hour is conducting on break time. At this school, the student’s favorite collections are various, including fiction and non-fiction books. For fiction, most of the students like to read comic and for non-fiction, they like to read science. They can read 3 until 4 books per students. This mobile library service is expected can help society in obtaining information, spreading information and reading services until the remote areas, building a good cooperation among social, educational and local government institutions to improve the intellectual and cultural society.

Cahya Tri Wulan, Translated by: Maria Ulfah Baca Selengkapnya